Terjemah Al Qur’an oleh Tim Depag Insya Allah Benar

Assalamu’alaikum wr wb,
Maaf jika kurang sependapat dgn saudara Irfan S Awwas.
Terjemah memang beda dgn Tafsir. Terjemah itu sesuai dgn makna kata dan juga kalimat. Ada pun tafsir, bisa berubah dgn makna aslinya. Tafsir itu bisa salah. Tafsir juga bisa berbeda-beda antara satu penafsir dengan penafsir lainnya. Tafsir Ibnu Katsir berbeda dengan Tafsir Jalalain. Tafsiran Majelis Mujahidin, tentu akan berbeda dengan tafsiran kaum Liberal.

Tim Penterjemah Depag terdiri dari puluhan ulama yang bukan cuma ahli bahasa Arab, namun juga ahli tafsir. Selain ada Tim Penterjemah, hasil terjemahnya pun diperiksa oleh Tim Pentashih yang terdiri dari ulama di Depag dan juga MUI. Terjemah telah dilakukan sejak tahun 1965 jadi insya Allah kalau dibilang kesalahan terjemah itu fatal dan banyak, apa iya para ulama kita selama ini diam saja?

(more…)

Pesantren Al Zaytun Terkait Aliran Sesat NII?

Pondok Pesantren Al Zaytun

Pondok Pesantren Al Zaytun

Maraknya pemuda dan pemudi yang hilang ternyata terkait dengan aliran sesat NII (Negara Islam Indonesia) KW9. NII KW9 yang saat ini ditengarai dipimpin oleh Abu Toto alias Syekh Panji Gumilang beda dengan NII Kartosuwiryo yang ingin mendirikan negara Islam, lebih berupa gerakan penipuan untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari anggotanya.

Dengan alasan untuk mendirikan negara Islam, anggotanya dipaksa untuk menyerahkan banyak uang. Segala cara dihalalkan sehingga seorang pembantu bisa mencuri harta majikannya. Seorang anak juga bisa meminta bahkan mencuri harta orang tuanya untuk mendirikan negara Islam. Itu dianggap syah-syah saja sebab menurut aliran sesat NII semua orang di luar kelompoknya adalah kafir.

Bahkan shalat pun tidak wajib menurut mereka selama negara Islam belum berdiri.

(more…)

6 Anak Usia 11-12 Tahun Pesta Seks dan Memperkosa Bocah Perempuan Balita di Palembang!

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa' 32]

Laptop dan HP canggih serta video game bisa jadi sarana penyebaran video porno di kalangan anak2. Begitu pula DVD/VCD porno yang banyak dijual di pasar-pasar. Acara-acara Sinetron di TV Swasta seperti Indosiar, RCTI, SCTV, MNC, dan sebagainya juga banyak berisi pendidikan “Pacaran” dan Perzinahan. Acara-acara dewasa macam itu masuk dengan bebas ke rumah kita dan bisa ditonton oleh anak-anak kita jika kita tidak waspada menyensornya.

Warung-warung internet yang merebak serta rental game online yang bisa dinikmati anak-anak kecil hingga kalangan bawah juga bisa jadi penyebaran pornografi. Jadi patut disayangkan juga jika ada pihak tertentu yang menentang kebijakan antipornografi yang dicanangkan Menkominfo. Satu perang terhadap kemaksiatan harus didukung siapa pun pelakunya.

Padahal sifat meniru anak2 sangat besar sehingga ada anak SD yg meniru adegan sex dgn teman perempuannya sehingga anak SD tsb tidak perawan lagi. Memprihatinkan juga jika upaya sensor Pornografi oleh Menkominfo bukannya didukung malah diserang berbagai kalangan.

Tindakan Uda (12 tahun) yang memperkosa Yig dan Nib (bocah perempuan berusia di bawah 5 tahun) tidak bisa dimaafkan hanya dengan alasan masih anak-anak.

(more…)

Pembakaran dan Perusakan 5 Masjid di Medan

Saat satu gereja dibakar, biasanya di media massa ribut soal berita itu. Stempel bahwa ummat Islam radikal, keras, teroris segera disematkan.

Namun saat 5 masjid dibakar dan dirusak di Medan, beritanya nyaris tidak ada.

Ironis bukan?

Pembakaran masjid harus jadi perhatian

(more…)

Riba Berujung Maut: Nasabah Citibank Mati Dibunuh Debt Collector

Citibank Debt Collector

Nasabah CITIBANK TEWAS dihajar Debt Collector:
http://bisnis.vivanews.com/news/read/212608-bi–bank-harus-jalankan-prinsip-kehati-hatian

Harusnya Direktur dan Komisaris Bank turut dipenjara karena merekalah yang membayar para pembunuh tsb. Media Massa harus mengumumkan nama Bank tsb agar para nasabah Bank tidak memakai jasa Bank tsb. Karena tak semua kredit macet itu terjadi akibat nasabah nakal. Bisa saja karena usahanya bangkrut, dsb.

Membengkaknya tagihan dari pinjaman awal Rp 48 juta jadi Rp 100 juta, menunjukkan riba/bunga yang diambil terlampau mencekik leher. Lebih besar rente-nya daripada pinjamannya. Siapa pun juga malas membayar bunga sebesar itu!

(more…)

AL KAFIRUUN: Mengakui PLURALITAS. Bukan PLURALISME

Saat ini banyak pemuda Muslim yang terjebak pada PLURALISME yang menganggap semua agama Benar. Mereka tidak bisa membedakannya dengan PLURALITAS yang mengakui adanya perbedaan agama yang ditolerir Islam. Bagaimana mungkin semua agama sama jika Islam hanya menyembah 1 Tuhan: Allah, sementara yg lain menyembah Tuhan Bapak, TUhan Anak, dan Roh Kudus?

Aku tidak akan menyembah Tuhan yang kamu sembah

Dan kalian tidak akan menyembah Tuhan yang aku sembah

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku! [Al Kafiruun]

(more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: