<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kabar tentang Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://kabarislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kabarislam.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 09:30:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kabarislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/55bf7238e39ec9fd72a2f40d67d77e99?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kabar tentang Dunia Islam</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pejabat Boros dan Kemelaratan Rakyat</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/10/13/pejabat-boros-dan-kemelaratan-rakyat/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/10/13/pejabat-boros-dan-kemelaratan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 06:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Mubazir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[92 orang mati kelaparan di Yakuhimo Papua VS Rp 46 Milyar biaya Pelantikan anggota DPR
Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman Allah SWT.

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=179&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>92 orang mati kelaparan di Yakuhimo Papua VS Rp 46 Milyar biaya Pelantikan anggota DPR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-179"></span>Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sering pemerintah menaikkan berbagai tarif/harga kebutuhan masyarakat seperti BBM, Listrik, PAM, biaya pendidikan di PTN dan SMUN dengan dalih tidak punya cukup uang. Padahal pemerintah menerima pajak dari rakyat seperti PPN, PPH, PBB, STNK, dsb yang besarnya mencapai lebih dari 50% APBN!</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Selebihnya..." src="http://infoindonesia.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah meminta rakyat untuk berhemat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harga-harga barang melonjak sehingga tidak terbeli rakyat. Ini beda dengan pemerintah Arab Saudi yang tidak pernah menaikkan harga barang seperti BBM sehingga harga sekaleng minuman (misalnya Pepsi Cola/Jeruk) dari tahun 1983 hingga 2009 tetap 1 real. Akibatnya rakyat Indonesia yang mayoritas bukan pegawai negeri yang gajinya tidak naik sebesar kenaikan harga barang hidup dalam kemiskinan. Sebagai contoh 92 orang mati kelaparan di Yakuhimo, Papua. Belum lagi berbagai kelaparan di daerah lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain tak jarang para pejabat begitu boros menghambur-hamburkan uang rakyat seperti biaya pelantikan anggota DPR dan DPD yang mencapai Rp 46 milyar lebih. Belum lagi berbagai studi banding yang nantinya dilakukan meski hasilnya tidak jelas. Untuk para pejabat, pemerintah seolah-olah punya dana yang tidak terhingga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seharusnya uang rakyat justru dipakai untuk membantu fakir miskin. Bukan untuk dihambur-hamburkan secara boros oleh para pejabat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelaparan Yahukimo, Menkokesra Panggil Bupati</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 16 September 2009, 09.36 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Abu Rizal Bakrie memanggil Bupati Yahukimo Papua, Ones Pahabol untuk dimintai klarifikasi kasus kelaparan yang melanda sejumlah  distrik di kabupaten Yahukimo. Kelaparan tersebut telah menyebabakan sekitar 92 orang meninggal selama periode Januari &#8211; Agustus 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/21181/2/">http://www.kompas-tv.com/content/view/21181/2/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Rakyat, Inilah Total Biaya Pelantikan Wakil Anda di Senayan!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">KOMPAS/YUNIADHI AGUNG</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selasa, 29 September 2009 | 15:04 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JAKARTA, KOMPAS.com — Pelantikan anggota DPR dan DPD periode  2009-2014 pada 1 Oktober mendatang menjadi perhelatan tiga lembaga, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ketiga lembaga itu menganggarkan biaya yang jumlahnya luar biasa besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Total biaya untuk pelantikan yang hanya akan berlangsung beberapa jam itu mencapai Rp 46,049 miliar. Berikut adalah rincian anggaran yang berasal dari keuangan negara tersebut, bersumber dari Indonesia Budget Centre (IBC):</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1. Anggaran KPU: Rp 11 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Angka ini jauh lebih besar dari pelantikan tahun 2004 sebesar Rp 7 miliar, naik sebesar 36 persen. Untuk pelantikan ini, setiap anggota DPR menelan biaya sebesar Rp 15,89 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya menginap di Hotel Sultan selama 4 hari @Rp4,2 juta x 692 orang =Rp 2,9 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Sewa kendaraan @Rp 63 juta x 4 hari =Rp 252 juta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya beli tas @Rp 167.000 x 692 =Rp 115 ,5 juta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Uang saku @Rp 2 juta x 692 =Rp 1,38 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya pakaian penjemputan (jas, jaket, batik, hem) = Rp 149 ,9 juta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya lain-lain Rp 6,22 miliar guna membiayai konsumsi petugas lapangan, biaya transportasi anggota DPR dan DPD.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">2. Anggaran DPR/Setjen: Rp 28, 504 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Perjalanan pindah ke Jakarta @Rp50,35 juta x 560 orang =Rp 28,2 miliar (dana ini dianggap tidak perlu, duplikasi)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Bantuan logistik untuk petugas Polri selama 3 hari =Rp 138 juta (duplikasi dengan anggaran Polri)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya protokoler pelantikan = Rp 112 ,5 juta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Honor rohaniawan = Rp 56,2 juta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">3. Anggaran DPD/Setjen = Rp 6, 545 miliar (anggaran ini naik sekitar 17 persen atau Rp 949 juta dari DIPA awal sebesar Rp 5,6 miliar)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya pembuatan PIN @Rp 9 juta x 132 = Rp 1,2 miliar (dinilai terlalu mahal)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya orientasi sebelum dilantik @Rp 22,7 juta x 132 orang = Rp 3 miliar (duplikasi dengan orientasi KPU)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya purnatugas (transport dan akomodasi) @Rp 10,4 juta x 100 anggota =Rp 1,04 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">- Biaya pengambilan sumpah/janji @Rp 9,8 juta x 132 anggota = Rp 1,3 miliar</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan total anggaran Rp 46, 049 miliar, maka setiap anggota DPR dan DPD rata-rata menghabiskan Rp 66,54 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Koordinator Indonesia Budget Centre (IBC) Arif Nur Alam mengatakan, dari puluhan miliar anggaran tersebut, terdapat beberapa pos yang seharusnya bisa dihemat. Ia mencontohkan, biaya penjemputan dan penginapan bisa dihemat ratusan juta rupiah jika 204 anggota yang berdomisili di Jakarta tak ikut diinapkan di hotel mewah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pelantikan adalah tahap akhir pemilu sehingga alokasi di Setjen DPR dan DPD tidak perlu terlalu besar. Alokasi yang tinggi ini menunjukkan fungsi anggaran tidak baik dan menyakiti hati rakyat,&#8221; kata Arif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/29/1504516/rakyat.inilah.total.biaya.pelantikan.wakil.anda.di.senayan">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/29/1504516/rakyat.inilah.total.biaya.pelantikan.wakil.anda.di.senayan</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=179&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/10/13/pejabat-boros-dan-kemelaratan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penjajahan AS]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajahan Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?
Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?
Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?
Kenapa seluruh Lembaga Amal Zakat hanya mampu mengumpulkan dana kurang dari Rp 1 trilyun sementara menurut PENA pada tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=169&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-173" title="gedung petronas" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/09/gedungpetronas.jpg?w=186&#038;h=393" alt="gedung petronas" width="186" height="393" />Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa seluruh Lembaga Amal Zakat hanya mampu mengumpulkan dana kurang dari Rp 1 trilyun sementara menurut PENA pada tahun 2008 berbagai perusahaan asing menikmati Rp 2.000 trilyun dari hasil kekayaan alam Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-169"></span>Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Selebihnya..." src="http://infoindonesia.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal dan tidak terjangkau?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan jika tak ada Investor Asing datang maka pembangunan tidak berjalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang”</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru untuk menggantikan pesawat dan helikopter lama yang umurnya sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya bisa memberi bantuan Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap bulan. Pemerintah tidak bisa membiayai penuh pendidikan dan kesehatan sehingga mayoritas rakyat Indonesia meski tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk pendidikan dan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan Tinggi Negeri, maka jika zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika kebijakan Ekonomi tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa harus berhutang dan menggantungkan pada datangnya Investor Asing. Jika tidak, pembangunan tidak akan jalan. Menurut penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit dan si peminjam sampai mendikte bangsa Indonesia untuk menyerahkan kekayaan alam dan menjual BUMN yang dimiliki serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat, itu sudah tidak sehat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas sudah sangat besar dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta yang 0%! Jangan “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang bijak dari nenek moyang kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan pegawai negeri di Indonesia sangat kecil. Menurut seorang staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat tertinggi hanya Rp 3 juta. Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang menurut ukuran sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk Tips!</p>
<p style="text-align:justify;">Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan. Kekayaan Presiden SBY “hanya” RP 8,5 milyar! Padahal gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp 7,1 milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO perusahaan migas asing ini pendapatannya mencapai  Rp 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada 5 orang dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12 trilyun. Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di antaranya ya dari minyak dan gas Indonesia!</p>
<p style="text-align:justify;">Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing total gajinya mencapai Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp 36 milyar, mana yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam Indonesia? Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp 1 trilyun pun tetap saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang “legal.”</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue">http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue</a></p>
<p style="text-align:justify;">1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun</p>
<p style="text-align:justify;">3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, €7,509,244</p>
<p style="text-align:justify;">4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, $4.73M</p>
<p style="text-align:justify;">6. Total S.A., pendapatan $217.6</p>
<p style="text-align:justify;">7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O&#8217;Reilly, $7.82M</p>
<p style="text-align:justify;">8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun</p>
<p style="text-align:justify;">10. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, $6.88M</p>
<p style="text-align:justify;">Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037 Trilyun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85% (kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6 perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000 Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total penerimaan mereka sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing juga mengklaim “Cost Recovery” untuk eksplorasi migas dan juga operasional sehingga besarnya bisa mencapai 30-40%. Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas. Amien Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung gasnya disalurkan melalui pipa ke Singapura, bagaimana kita tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?”</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang diperoleh 6 perusahaan Migas dengan minimnya pendapatan yang diperoleh bangsa Indonesia harusnya menjadi satu indikasi yang harus diinvestigasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974, Chavez presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun. Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya sehingga tidak bocor ke asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6 bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah, tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi uang saku.</p>
<p style="text-align:justify;">Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang mencari ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia cukup ahli dan melimpah karena sebagian besar pekerja di perusahaan migas asing di Indonesia juga merupakan putra-putri Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing, Indonesia tidak akan pernah bebas dari kemiskinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, dan sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan dan direksi mereka sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20% berasal dari kekayaan alam Indonesia atau minimal Rp 3.000 Trilyun/tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun untuk 240 juta rakyat Indonesia. Artinya tiap orang hanya mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di bawah garis kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran Indonesia tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan rakyat, memberi pendidikan yang terjangkau dari SD hingga Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak jalanan, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Faisal, Raja Arab Saudi, menasionalisasi perusahaan migas Aramco sehingga menjadi BUMN di tahun 1974. Sejak itu pendapatan negara Arab Saudi meningkat drastis dan bisa memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya dari SD hingga Perguruan Tinggi. Rumah Sakit dan Listrik juga diberikan gratis. Sementara Bensin di sana hanya Rp 700/liter.</p>
<p style="text-align:justify;">Venezuela yang sebelumnya merupakan satu negara penghutang terbesar dan miskin, ketika Hugo Chavez menjadi presiden, menasionalisasi berbagai perusahaan migas dan pertambangan sehingga pendapatannya bertambah. Hutang luar negeri Venezuela saat ini tinggal 40% dari GDP. Ini lebih baik ketimbang hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dan terus bertambah hampir Rp 100 trilyun/tahun setiap tahun. Venezuela bahkan memberi pinjaman ke beberapa negara dan mensubsidi rakyat miskin di AS dengan minyak murah.</p>
<p style="text-align:justify;">AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena selain mengelola kekayaan alamnya sendiri, mereka juga menguras kekayaan alam negara lain. Tak heran jika Anggaran Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer Indonesia cuma Rp 36 Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran AS!</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat tambahan Rp 3.000 trilyun dari hasil kekayaan alamnya sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun. Artinya ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk Indonesia bisa lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa melunasi hutangnya yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun negerinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit murah, pembaruan alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong belaka jika Presiden kita tidak mau mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia tidak akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang menikmati justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung oleh pemerintah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat video di mana Kompeni gaya baru yang didukung AS dan Inggris turut campur untuk menguasai kekayaan alam Indonesia sehingga 1 juta korban tewas:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=tvnEc48A7yM">http://www.youtube.com/watch?v=tvnEc48A7yM</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja Faisal dari Arab Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang berani menasionalisasi perusahaan pertambangan asing dan mandiri mengelola kekayaan alamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah adalah sebagian hasil kekayaan alam Indonesia. Indonesia masih punya banyak kekayaan alam yang melimpah selain statistik di bawah.</p>
<p><img title="tambang" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/tambang.jpg?w=356&#038;h=411" alt="tambang" width="356" height="411" /></p>
<p><img title="kebun" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/kebun.jpg?w=354&#038;h=305" alt="kebun" width="354" height="305" /></p>
<p><img title="MINYAK" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/minyak.jpg?w=382&#038;h=382" alt="MINYAK" width="382" height="382" /></p>
<p><img title="batubara" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/batubara.jpg?w=355&#038;h=409" alt="batubara" width="355" height="409" /></p>
<p><strong>BUMN yang Menguntungkan Negaranya:</strong></p>
<p>Norway’s economy is a mixed one of public and private enterprises. Although the economy is based on free-market principles, the government exercises considerable supervision and control. The state owns railroads and most of the public utilities, and state-owned enterprises largely control the vital oil and natural gas sectors.</p>
<p>Microsoft ® Encarta</p>
<p><a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_761556517_5/norway.html">http://encarta.msn.com/encyclopedia_761556517_5/norway.html</a></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;color:#00c1c2;">About PETRONAS</span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">PETRONAS</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">, the acronym for Petroliam Nasional Berhad, was incorporated on 17 August 1974 under the Companies Act 1965. It is wholly-owned by the Malaysian government and is vested with the entire ownership and control of the petroleum resources in Malaysia through the Petroleum Development Act 1974.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Over the years, PETRONAS has grown to become a fully-integrated oil and gas corporation and is ranked among FORTUNE Global 500&#8217;s largest corporations in the world. PETRONAS has four subsidiaries listed on the Bursa Malaysia and has ventured globally into more than 32 countries worldwide in its aspiration to be a leading oil and gas multinational of choice.</span></p>
<p align="justify"><a href="http://www.petronas.com.my/internet/corp/centralrep2.nsf/frameset_corp?OpenFrameset">http://www.petronas.com.my/internet/corp/centralrep2.nsf/frameset_corp?OpenFrameset</a></p>
<p align="justify">
<dt><strong>1973</strong> </dt>
<dd>Saudi Arabia&#8217;s Government acquires a 25 percent participation interest in Aramco. </dd>
<dt><strong>1975</strong> </dt>
<dd>Master Gas System project is launched. </dd>
<dt><strong>1980</strong> </dt>
<dd>Saudi Government acquires 100 percent participation interest in Aramco, purchasing almost all of the company&#8217;s assets. </dd>
<dd><a href="http://www.saudiaramco.com/irj/portal/anonymous?favlnk=%2FSaudiAramcoPublic%2Fdocs%2FAt+A+Glance%2FOur+Story&amp;ln=en">http://www.saudiaramco.com/irj/portal/anonymous?favlnk=%2FSaudiAramcoPublic%2Fdocs%2FAt+A+Glance%2FOur+Story&amp;ln=en</a></dd>
<dd> </dd>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>China National Petroleum Corporation</strong></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.cnpc.com.cn/en/aboutcnpc/companyprofile/history/default.htm">China National Petroleum Corporation was established on September 17, 1988 on the basis of the Ministry of Petroleum Industry, mainly in charge of oil and gas upstream operations. It is a state oil company endowed with certain governmental administrative functions.</a></p>
<p><a href="http://www.cnpc.com.cn/en/aboutcnpc/companyprofile/history/default.htm">http://www.cnpc.com.cn/en/aboutcnpc/companyprofile/history/default.htm</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="567">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="400" valign="bottom">Crude Petroleum Production (thousand   barrels/year)</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom"></td>
<td width="72" valign="bottom"></td>
<td width="153" valign="bottom"></td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">No</td>
<td width="149" valign="bottom">Country</td>
<td width="72" valign="bottom">Production</td>
<td width="153" valign="bottom">Non BUMN Production</td>
<td width="167" valign="bottom">Description</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">1</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Saudi Arabia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.788.463</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">2</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Russia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.705.835</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.705.835</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom">BUMN?</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">3</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">United States</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.098.560</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.098.560</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom">National Company</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">4</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Iran</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.258.031</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">5</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">China</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.238.070</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.238.070</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom">BUMN?</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">6</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Mexico</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.160.479</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.160.479</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">7</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Norway</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.092.157</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">8</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Venezuela</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">951.091</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">9</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">United Kingdom</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">837.053</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">837.053</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom">National Company</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">10</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Canada</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">792.812</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">792.812</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom">National Company</td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">11</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Nigeria</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">773.549</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">773.549</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">12</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">United Arab Emirates</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">760.449</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">760.449</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">13</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Iraq</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">738.901</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">738.901</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">14</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Kuwait</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">691.842</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">15</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Brazil</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">531.509</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">531.509</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">16</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Libya</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">481.590</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">481.590</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">17</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Algeria</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">477.007</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">477.007</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">18</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Indonesia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">462.782</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">462.782</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">19</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Oman</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">327.528</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">327.528</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">20</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Angola</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">327.399</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">327.399</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">21</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Kazakhstan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">298.906</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">298.906</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">22</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Argentina</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">276.510</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">276.510</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">23</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Malaysia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">255.113</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">255.113</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">24</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Qatar</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">248.045</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">25</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">India</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">242.801</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">242.801</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">26</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Egypt</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">230.605</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">230.605</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">27</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Australia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">228.634</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">228.634</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">28</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Colombia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">210.727</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">210.727</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">29</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Syria</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">186.571</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">186.571</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">30</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Yemen</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">161.911</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">161.911</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">31</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Ecuador</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">143.371</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">143.371</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">32</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Denmark</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">135.421</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">135.421</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">33</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Vietnam</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">124.037</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">124.037</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">34</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Azerbaijan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">113.322</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">113.322</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Gabon</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">91.751</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">91.751</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">36</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Congo (ROC)</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">91.021</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">91.021</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">37</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Sudan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">87.210</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">87.210</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">38</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Equatorial Guinea</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">77.638</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">77.638</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">39</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Turkmenistan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">65.588</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">65.588</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">40</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Brunei</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">59.536</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">59.536</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">41</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Thailand</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">46.446</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">46.446</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">42</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Trinidad and Tobago</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">44.501</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">44.501</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">43</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Romania</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">43.830</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">43.830</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">44</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Peru</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">35.380</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">35.380</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">45</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">South Korea</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">33.140</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">33.140</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">46</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Italy</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">31.178</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">31.178</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">47</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Uzbekistan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">29.013</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">29.013</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">48</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Tunisia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">27.689</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">27.689</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">49</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Ukraine</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">27.543</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">27.543</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">50</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Cameroon</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">25.501</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">25.501</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">51</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Germany</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">25.152</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">25.152</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">52</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Papua New Guinea</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">20.145</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">20.145</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">53</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Pakistan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">18.356</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">18.356</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">54</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Cuba</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">17.275</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">17.275</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">55</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Turkey</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">17.048</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">17.048</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">56</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Netherlands, The</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">16.922</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">16.922</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">57</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Belarus</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">13.334</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">13.334</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">58</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Bahrain</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">12.784</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">12.784</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">59</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Bolivia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">11.748</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">11.748</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">60</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">New Zealand</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">11.100</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">11.100</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">61</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">France</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">9.832</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">9.832</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">62</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Hungary</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">8.793</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">8.793</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">63</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Philippines</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">8.588</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">8.588</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">64</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Congo (DRC)</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">8.279</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">8.279</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">65</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Croatia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">8.036</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">8.036</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">66</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">South Africa</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">7.121</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">7.121</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">67</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Austria</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">6.787</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">6.787</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">68</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Côte d&#8217;Ivoire</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">6.715</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">6.715</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">69</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Guatemala</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">6.573</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">6.573</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">70</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Poland</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">6.114</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">6.114</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Myanmar</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">5.479</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">5.479</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">72</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Serbia and Montenegro</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">5.114</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">5.114</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">73</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Belgium</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">4.383</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">4.383</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">74</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Suriname</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">3.653</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">3.653</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">75</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Lithuania</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">3.229</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">3.229</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">76</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Czech Republic</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.738</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.738</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">77</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Ghana</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.557</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.557</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">78</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Spain</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.402</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.402</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">79</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Albania</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.323</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.323</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">80</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Bangladesh</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.192</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.192</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">81</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Chile</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">2.192</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">2.192</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">82</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Japan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.948</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.948</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">83</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Estonia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.863</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.863</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">84</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Singapore</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.461</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.461</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">85</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Sweden</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.461</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.461</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">86</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Greece</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">1.155</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.155</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">87</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Georgia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">88</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Portugal</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">89</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Kyrgyzstan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">731</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">90</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Kenya</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">91</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Ireland</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">92</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Panama</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">93</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Slovakia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">94</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Dominican Republic</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">95</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Bulgaria</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">96</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Barbados</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">97</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Benin</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">98</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Switzerland</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">365</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">99</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Morocco</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">183</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">183</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">100</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Tajikistan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">91</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">91</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">101</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Israel</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">37</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">37</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">102</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Jordan</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">15</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">15</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom">
<p align="right">103</p>
</td>
<td width="149" valign="bottom">Slovenia</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">7</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">7</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom">Total</td>
<td width="72" valign="bottom">
<p align="right">24.458.709</p>
</td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">17.429.080</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom">Value in US$</td>
<td width="72" valign="bottom"></td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.220.035.600.000</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom">Value in Rp</td>
<td width="72" valign="bottom"></td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">12.200.356.000.000.000</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom">15% of Sharing</td>
<td width="72" valign="bottom"></td>
<td width="153" valign="bottom">
<p align="right">1.830.053.400.000.000</p>
</td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="25" valign="bottom"></td>
<td width="149" valign="bottom"></td>
<td width="72" valign="bottom"></td>
<td width="153" valign="bottom"></td>
<td width="167" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="567" valign="bottom"><strong>Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005   Microsoft Corporation. All rights reserved.</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="269">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="176" valign="bottom">Natural Gas Production</td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="176" valign="bottom">(Billion cu feet)</td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom"></td>
<td width="157" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">1</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Russia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">21.012</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">2</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">United States</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">19.917</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">19.917</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">3</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Canada</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">6.639</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">6.639</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">4</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">United Kingdom</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">3.602</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">3.602</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">5</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Algeria</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.790</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.790</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">6</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Iran</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.649</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">7</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Netherlands, The</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.649</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.649</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">8</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Indonesia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.472</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.472</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">9</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Norway</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.401</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">10</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Uzbekistan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.048</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.048</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">11</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Saudi Arabia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">2.013</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">12</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Turkmenistan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.907</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.907</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">13</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Malaysia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.730</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.730</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">14</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">United Arab Emirates</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.519</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.519</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">15</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Mexico</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.342</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.342</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">16</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Argentina</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.271</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.271</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">17</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Australia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.271</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.271</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">18</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">China</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.165</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.165</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">19</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Qatar</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.059</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">20</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Venezuela</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">1.059</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">21</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Egypt</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">953</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">953</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">22</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">India</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">883</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">883</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">23</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Pakistan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">812</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">812</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">24</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Germany</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">777</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">777</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">25</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Thailand</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">671</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">671</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">26</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Ukraine</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">636</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">636</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">27</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Trinidad and Tobago</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">600</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">600</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">28</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Oman</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">530</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">530</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">29</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Italy</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">530</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">530</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">30</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Nigeria</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">494</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">494</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">31</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Romania</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">459</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">459</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">32</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Kazakhstan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">459</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">459</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">33</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Brunei</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">388</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">388</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">34</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Bangladesh</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">388</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">388</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Bahrain</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">318</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">318</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">36</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Brazil</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">37</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Denmark</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">38</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Kuwait</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">BUMN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">39</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Myanmar</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">283</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">40</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">New Zealand</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">41</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Libya</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">42</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Poland</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">43</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Colombia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">44</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Bolivia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">45</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Syria</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">212</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">46</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Azerbaijan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">177</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">177</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">47</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Hungary</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">106</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">106</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">48</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Japan</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">106</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">106</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">49</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Iraq</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">50</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Croatia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">51</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">France</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">52</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Austria</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">53</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">South Africa</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">54</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Tunisia</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">55</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Philippines</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">56</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Vietnam</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">71</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">57</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Angola</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">58</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Chile</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">59</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Côte d&#8217;Ivoire</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">60</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Equatorial Guinea</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">61</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Ireland</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">62</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Serbia and Montenegro</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="right">63</p>
</td>
<td width="157" valign="bottom">Spain</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom"></td>
<td width="157" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="19" valign="bottom"></td>
<td width="157" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom">
<p align="right">62.543</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=169&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/09/gedungpetronas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gedung petronas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/tambang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tambang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/kebun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kebun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/minyak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MINYAK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/06/batubara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batubara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama Anak Yatim</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/buka-puasa-bersama-anak-yatim/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/buka-puasa-bersama-anak-yatim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Puasa Ramadhan 1430 Hijriyah ini saya mengalami 2 buka puasa bersama yang sangat kontras satu dengan yang lainnya.
Buka Puasa pertama bersama perkumpulan Pengusaha Muslim diadakan di Masjid Hidayatullah di jalan Cipinang Cempedak I Jakarta Timur. Di sana kami buka puasa bersama 150 anak yatim beserta pimpinan Hidayatullah dan Ikhwanul Jannah.
Ada ta’jil berupa kurma, lemper, kue, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=166&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Puasa Ramadhan 1430 Hijriyah ini saya mengalami 2 buka puasa bersama yang sangat kontras satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Buka Puasa pertama bersama perkumpulan Pengusaha Muslim diadakan di Masjid Hidayatullah di jalan Cipinang Cempedak I Jakarta Timur. Di sana kami buka puasa bersama 150 anak yatim beserta pimpinan Hidayatullah dan Ikhwanul Jannah.</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Selebihnya..." src="http://agusnizami.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-166"></span>Ada ta’jil berupa kurma, lemper, kue, es buah, dan teh. Kemudian kami shalat Maghrib berjama’ah. Setelah itu disusul dengan buka puasa dengan nasi kebuli dengan lauk kambing beserta buah jeruk. Itu memang menu kesukaan saya. Total mungkin ada 200 orang yang buka puasa bareng ketika itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah saling berkenalan, bincang-bincang sebentar dengan pimpinan Pengusaha Muslim. Tak lama adzan Isya’ pun berkumandang. Setelah itu shalat Isya’ berjama’ah dan tarawih dengan imam dari Madinah.</p>
<p style="text-align:justify;">Buka puasa bersama berikutnya bersama rekan sekantor. Demi kerapihan, pimpinan memutuskan makan di luar atau di restoran. Karena berbagai tempat penuh, akhirnya dipilih restoran IS di jalan Melawai Raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum ke sana, kami shalat maghrib dulu di kantor. Sesampai di restoran IS, ternyata ada lambang Salib di atas pintunya. Kemudian ketika makan, diiringi lagu gereja yang ada “Bapak&#8230;Bapak&#8230;”nya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata tempat itu memang bukan tempat yang umum untuk berbuka puasa. Tidak ada hidangan ta’jil berupa air putih dan korma. Bahkan tampaknya para pelayannya tidak siap dengan membludaknya pengunjung di saat Maghrib sehingga tidak semua kursi dilengkapi dengan minuman teh. Jika ada, itu pun hanya setengah gelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian panci berisi kuah pun tidak siap. Meja saya harus menunggu sekitar setengah jam untuk mendapat panci berisi kuah guna merebus makanan yang tersedia. Itu pun hanya satu panci yang datang sehingga meja panjang yang berisi 2 kompor hanya terisi satu panci saja. Jus mangga yang dipesan beberapa teman hingga acara selesai tidak kunjung datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara meja lainnya yang justru ditempati pimpinan hingga satu jam belum mendapat panci kuah sehingga pimpinan terlihat “agak” kesal.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya per orang pun menurut teman besarnya Rp 160 ribu/orang. Padahal rasa makanannya seperti bakso masih kalah sedap dibanding makanan yang dijajakan pedagang bakso keliling. Begitu pula dengan makanan lain seperti sosis yang di bawah rasa sosis “Farm House”. Total biaya sekitar Rp 7,2 juta untuk 45 orang. Itu pun suasanya kurang memuaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya coba hitung, untuk buka puasa bersama anak yatim, paling banter biaya makanannya Rp 25 ribu/orang. Jadi kalau 200 orang ada Rp 5 juta. Kemudian panitia masih bisa menyumbang untuk anak yatim tersebut. Rasa masakannya pun alhamdulillah di atas rasa masakan restoran yang di bawah “mediocre” itu. Kami merasakan kepuasan lahir dan batin di situ.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menyantuni anak yatim, kita telah menolong orang yang memerlukan pertolongan kita:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Penjelasan</em>:<br />
(Rasulullah Saw. menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya).</p>
<p style="text-align:justify;">
<strong>Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” [Al Maa’uun:1-3]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya dengan makan di restoran yang mewah, kita selain tidak menolong orang yang membutuhkan pertolongan juga jadi cenderung boros atau berlebihan. Padahal itu kurang baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Barangsiapa melakukan pemborosan (royal dan tabdzir) maka Allah akan mencegahnya dari perolehan rezekiNya. (HR. Asysyihaab)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga ke depannya, kita semua bisa hidup lebih sederhana dan bisa menolong sesama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=166&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/buka-puasa-bersama-anak-yatim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghindari Korban Tewas/Pingsan dalam Pembagian Zakat</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/menghindari-korban-tewaspingsan-dalam-pembagian-zakat/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/menghindari-korban-tewaspingsan-dalam-pembagian-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Sikap para Dermawan Kaya yang membagikan zakatnya di rumahnya sendiri hingga ribuan orang miskin terpaksa antri dan berebut tidak jarang mengakibatkan jatuhnya korban. Di Pasuruan 21 orang tewas di antaranya ibu-ibu dan anak-anak yang terinjak-injak ribuan orang yang berebut zakat. Di Pakistan baru-baru ini juga 19 orang tewas.

Akibatnya niat baik untuk membantu fakir miskin, hasilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=160&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-161" title="Pingsan Berebut Zakat" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/09/zakatpingsan.jpg?w=275&#038;h=186" alt="Pingsan Berebut Zakat" width="275" height="186" />Sikap para Dermawan Kaya yang membagikan zakatnya di rumahnya sendiri hingga ribuan orang miskin terpaksa antri dan berebut tidak jarang mengakibatkan jatuhnya korban. Di Pasuruan 21 orang tewas di antaranya ibu-ibu dan anak-anak yang terinjak-injak ribuan orang yang berebut zakat. Di Pakistan baru-baru ini juga 19 orang tewas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Akibatnya niat baik untuk membantu fakir miskin, hasilnya berubah jadi mencelakai bahkan menewaskan fakir miskin yang terinjak-injak ribuan orang yang saling berebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-160"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu hendaknya para Dermawan Kaya itu langsung membagikan zakat ke tempat tinggal fakir miskin di sekitarnya. Ingatlah teladan khalifah Umar ra yang rela bersusah-payah menggotong karung makanan ke rumah seorang janda tua yang kelaparan bersama anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari ayat Al Qur’an di bawah di mana harta harus dibagikan kepada orang miskin yang tidak meminta, itu berarti kita harus mengantar zakat ke tempat tinggal mereka karena mereka tidak meminta kepada kita:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa yang tidak mau meminta” [Al Ma’aarij:24-25]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” [Adz Dzaariyaat 19]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW mengutus Mu’adz ke negeri Yaman –ia meneruskan hadits itu– dan didalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” [Muttafaq Alaihi]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika para Dermawan tersebut merasa repot jika harus berkeliling membagikan zakat kepada fakir miskin di sekitarnya, lebih baik zakatnya diserahkan kepada Amil profesional untuk membagikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jangan sampai kita secara sadar/tidak sadar akhirnya membunuh manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Puluhan Pingsan Berebut Zakat di Lamongan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Headline News / Nusantara / Senin, 29 September 2008 14:15 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Metrotvnews.com, Lamongan: Insiden pembagian zakat yang menewaskan 21 orang di Pasuruan, Jawa Timur, tak menjadi pelajaran untuk mengulang kesalahan yang sama. Sekitar 20 ribu warga miskin dari berbagai daerah di Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Jombang, menyerbu Pondok Pesantren Sabililla di Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur. Mereka datang untuk mendapatkan zakat yang dibagikan langsung pemilik pesantren Kiai Haji Ghofar. Zakat yang dijanjikan berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per orang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2008/09/29/67591/-Puluhan-Pingsan-Berebut-Zakat-di-Lamongan">http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2008/09/29/67591/-Puluhan-Pingsan-Berebut-Zakat-di-Lamongan</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Video </strong><strong>Antrean Zakat di Pati Berdesakan, Ratusan Ibu Terhimpit</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/13/90295/Antrean-Zakat-di-Pati-Berdesakan-Ratusan-Ibu-Terhimpit">http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/13/90295/Antrean-Zakat-di-Pati-Berdesakan-Ratusan-Ibu-Terhimpit</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sang Dermawan, Haji Syaichon Fikri, Tersandung Tragedi Zakat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pembagian zakat yang dilakukan keluarga Syaichon selama ini aman-aman saja. Paling ada sejumlah orang yang pingsan karena saling berdesakan,&#8221; kata Shaleh.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun pembagian zakat kali ini sungguh tragis. Sebanyak 21 orang tewas, dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka dan pingsan akibat terinjak-injak.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.antaranews.com/berita/1221519799/sang-dermawan-haji-syaichon-fikri-tersandung-tragedi-zakat">http://www.antaranews.com/berita/1221519799/sang-dermawan-haji-syaichon-fikri-tersandung-tragedi-zakat</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ribuan Warga Miskin Antre Zakat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sejumlah pengantre pingsan karena tak kuat menahan lelah dan panas. Anak-anak terpaksa dievakuasi karena dikhawatirkan pingsan juga. Sejumlah orang bahkan tercebur ke dalam kolam akibat dorong-dorongan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Meski bersusah payah, warga senang menerima zakat. Haji Saji membagikan zakat hartanya menjelang bulan suci Ramadhan sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu.(BOG)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://berita.liputan6.com/daerah/200908/239889/Ribuan.Warga.Miskin.Antre.Zakat">http://berita.liputan6.com/daerah/200908/239889/Ribuan.Warga.Miskin.Antre.Zakat</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Pembagian Zakat di Mataram, Seorang Pingsan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Headline News / Nusantara / Selasa, 15 September 2009 14:05 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Metrotvnews.com, Mataram: Pembagian zakat di Mataram, Nusa Tenggara Barat Selasa (15/9), nyaris memakan korban jiwa. Ribuan warga dari tiga kecamatan di Mataram mengantre dan terlibat saling dorong untuk mendapatkan zakat. Akibatnya, puluhan anak-anak dan orang tua terinjak-injak. Seorang di antaranya pingsan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/15/90442/Pembagian-Zakat-di-Mataram-Seorang-Pingsan">http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/15/90442/Pembagian-Zakat-di-Mataram-Seorang-Pingsan</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>19 Perempuan Tewas Disaat Pembagian Sedekah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengapa kejadian seperti ini selalu terjadi. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga terjadi di Pakistan. Polisi Karachi tahan penyelenggara acara sedekah karena tidak memberi tahu terlebih dahulu Seorang ibu pingsan saat mengantri pembagian zakat di Karachi, Pakistan (AP Photo/Fareed Khan) Sedikitnya 19 perempuan tewas akibat tak mampu bertahan di tengah kerumunan penerima sedekah makanan di kota Karachi, Pakistan. Mereka mati lemas saat berebut dengan ratusan perempuan dan anak-anak demi mendapatkan bantuan makanan dalam acara pemberian sedekah, yang rutin berlangsung di tengah bulan suci Ramadan, Senin 14 September 2009. Menurut laman harian The New York Times, acara yang diselenggarakan oleh seorang pengusaha kaya itu juga melukai 25 perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/19-perempuan-tewas-disaat-pembagian-sedekah">http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/19-perempuan-tewas-disaat-pembagian-sedekah</a></p>
<p><strong>Berebut Zakat, 21 Ibu Tewas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 21 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.gp-ansor.org/?p=6004">http://www.gp-ansor.org/?p=6004</a></p>
<p><strong>Berebut Zakat, 21 Ibu Tewas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 21 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.gp-ansor.org/?p=6004">http://www.gp-ansor.org/?p=6004</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=160&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/16/menghindari-korban-tewaspingsan-dalam-pembagian-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/09/zakatpingsan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pingsan Berebut Zakat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai Berita Orang Fasik dan Adu Domba</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/08/mewaspadai-berita-orang-fasik-dan-adu-domba/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/08/mewaspadai-berita-orang-fasik-dan-adu-domba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 01:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siyasah]]></category>
		<category><![CDATA[Adu domba ummat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]
Ayat di atas menjelaskan satu kejadian di zaman Nabi. Ketika itu Al Harits menghadap Nabi. Dan Nabi mengajaknya masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=156&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft" title="adudomba" src="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/adudomba.JPG" alt="adudomba" width="252" height="163" /></strong><strong>“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat di atas menjelaskan satu kejadian di zaman Nabi. Ketika itu Al Harits menghadap Nabi. Dan Nabi mengajaknya masuk ke dalam Islam. Al Harits pun bersyahadah masuk ke dalam Islam. Nabi mengajaknya untuk membayar zakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Selebihnya..." src="http://syiarislam.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-156"></span>Al Harits menyanggupinya dan berkata: “Ya Rasulullah, aku akan pulang kepada kaumku dan mengajak mereka masuk Islam dan membayar zakat. Aku akan mengumpulkan zakatnya. Jika telah tiba waktunya, kirimlah utusan untuk mengambil zakat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Nabi mengutus Al Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil zakat pada Al Harits. Namun sebelum sampai di tempat, Al Walid takut dan akhirnya pulang dan memberi laporan palsu pada Nabi. Katanya Al Harits tidak mau membayar zakat bahkan mengancam akan membunuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Nabi mengirim utusan yang lain untuk menemui Al Harits guna memeriksa kebenaran berita itu. Di tengah perjalanan, utusan tersebut bertemu Al Harits  beserta sahabatnya yang sedang pergi untuk menemui Nabi. Al Harits bertanya kepada utusan itu: “Kepada siapa kamu diutus?”</p>
<p style="text-align:justify;">Utusan itu menjawab: “Kami diutus kepadamu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Al Harits bertanya: “Mengapa?”</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka menjawab: “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengutus Al Walid bin ‘Uqbah. Namun ia berkata bahwa engkau tidak mau membayar zakat dan bahkan ingin membunuhnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Al Harits berkata: “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad, aku tidak melihatnya. Tidak ada yang datang kepadaku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah SAW, bertanyalah beliau: “Mengapa engkau tidak mau membayar zakat dan ingin membunuh utusanku?”</p>
<p style="text-align:justify;">Al Harits menjawab: “Demi Allah yang mengutus engkau dengan sebenar-benarnya. Aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat Al Hujuraat:6 sebagai peringatan kepada kaum mukminin agar tidak mempercayai satu berita secara sepihak tanpa memeriksanya kepada kaum yang dituduh. (HR Ahmad).</p>
<p style="text-align:justify;">Nah terhadap Muslim saja kita harus berhati-hati dalam menerima satu berita. Karena bisa jadi laporan itu tidak benar. Apalagi terhadap berita-berita yang disampaikan oleh orang-orang kafir atau sekuler yang membenci Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita langsung mempercayai beritanya, bisa saja akhirnya kita marah dan membunuh orang yang dituduh berbuat jelek/difitnah padahal ternyata tidak benar. Kita harus memeriksanya langsung kepada orang yang dituduh/difitnah tersebut apa benar begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh kita sering marah kepada Malaysia yang dianggap merebut pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Padahal kasus itu telah dibawa ke Mahkamah Internasional dan MI memutuskan Malaysia yang berhak. Selain itu, jika kedua pulau itu benar-benar milik Indonesia, kenapa tidak ada nelayan atau pun tentara Indonesia yang berjaga di situ sehingga tidak ada seorang pun yang bisa membangun tanpa izin di sana? Kita menelantarkannya, sebaliknya Malaysia justru membangunnya jadi tempat wisata yang indah. Jika Indonesia menjaganya, tak mungkin hal itu terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika “hilangnya” pulau Sipadan dan Ligitan ke Malaysia yang luasnya kurang dari 1 km2 kita marah besar. Sebaliknya kita adem-ayem saja terhadap Singapura yang “mengimpor” pasir pantai sehingga luas negaranya bertambah 100 km2 dan akan terus bertambah jadi 500 km2 sesuai rencana mereka. Rakyat Indonesia justru bersahabat dengan Singapura yang telah mengurangi wilayah Indonesia dan merupakan agen Yahudi di Asia Tenggara.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia juga diam terhadap negara-negara AS dan Eropa yang mengambil kekayaan alam Indonesia seperti minyak, gas, emas, perak, tembaga, batubara, dan sebagainya. Menurut PENA, pada tahun 2008 sebesar Rp 2.000 trilyun/tahun kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh negara-negara asing tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ummat Islam harus berpikir, kenapa mereka terhadap orang kafir begitu baik sehingga membiarkan luas negara berkurang sampai 100 km2 lebih dan Rp 2.000 trilyun/tahun lari ke kantong asing, sementara terhadap Malaysia yang sama-sama Muslim bersikap begitu garang sehingga di zaman Bung Karno pernah perang dengan Malaysia?</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat:</p>
<p><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin">http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin</a></p>
<p style="text-align:justify;">Karena adu-domba yang dilakukan oleh media massa kafir, akhirnya ummat Islam jadi melanggar perintah Allah dalam Al Qur’an. Ummat Islam justru jadi keras terhadap sesama Muslim dan lembut terhadap orang-orang kafir yang sebenarnya telah menzalimi mereka:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir&#8230;” [Al Maa-idah:54]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika Allah mengatakan orang-orang beriman itu bersaudara, sebaliknya sebagian Muslim justru menganggap orang Muslim lainnya yang beda negara seperti musuh besar sementara mereka justru seperti saudara dengan orang-orang kafir:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat:10]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada Muslim Indonesia yang dengan lantang meneriakkan “Ganyang Malaysia” Adakah dia sudah tidak takut dengan siksa neraka karena jika dua Muslim saling bunuh, maka keduanya masuk neraka. Jangankan dibakar dengan api neraka yang mampu mendidihkan otak sehingga manusia jadi seperti orang gila ketika dibakar hingga semata kaki selama-lamanya. Dibakar api lilin yang kecil pun selama 10 menit cukup membuat kita menderita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika terjadi saling bunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, &#8220;Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan seandainya 1 juta rakyat Indonesia dikerahkan menyerang Malaysia yang berpenduduk 25 juta jiwa. Menang tidak, yang jelas ribuan nyawa akan melayang. Jangankan Indonesia yang senjatanya pantas masuk musium, AS yang penduduknya lebih besar dan persenjataan paling canggih dengan dibantu sekutunya saja kewalahan menghadapi rakyat Iraq yang hanya berpenduduk 16 juta jiwa sehingga memutuskan mundur dari sana. Perang telah menelan lebih dari 4.000 tentara AS dan uang lebih dari Rp 9.000 trilyun. Kalau Indonesia yang APBNnya cuma Rp 1.037 trilyun/tahun memaksakan diri untuk berperang, dijamin langsung bangkrut dan jumlah rakyat yang mati akibat kelaparan macam di Aceh, Papua dan NTT akan bertambah banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa ummat Islam miskin dan terbelakang? Ya karena mereka mudah diadu-domba untuk perang terhadap sesama. Ummat Islam tidak punya media TV Nasional yang membawa kepentingan Islam. Oleh karena itulah mereka cuma jadi obyek gosip dan adu domba.</p>
<p style="text-align:justify;">Patut disadari oleh umat ini bahwa pihak lain akan senantiasa iri dan dengki kalau umat ini hidup bersatu dan menjadi kuat dengan agamanya. Mereka tidak akan pernah rela hingga umat itu ter-cerabut dari agamanya dan mengikuti cara hidup mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya) surat Ali ‘Imran:103:</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah para sahabat Rasulullah SAW. di kota Madinah, bahkan masih di masa Baginda Rasulullah SAW masih hidup mengajarkan hal itu. Ketika masyarakat dan negara Islam baru tumbuh di kota Madinah. Dan kedudukan politik dan kekuatan ekonomi mereka menggeser kepentingan dan posisi kaum Yahudi, maka Yahudi membuat makar. Salah seorang tokoh Yahudi yang bernama Syas bin Qais yang sangat benci dengan bersatunya dua suku besar penghuni   kota Madinah Aus dan Khazraj dalam ikatan Islam, membuat makar dengan mengirim seorang penyair agar mem-bacakan syair-syair Arab Jahiliyah yang biasa mereka pakai dalam perang Buats.  Perang Buats adalah perang yang terjadi selama 120 tahun (Ibnu Ishaq dalam Tafsir Al Mawardi)  antara kaum Aus dan Khazraj. Dan selama musim perang tersebut, pihak Yahudilah yang meng-ambil keuntungan politik maupun ekonominya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyair suruhan Syas berhasil mempengaruhi jiwa sekumpulan kaum Anshar dari kalangan Aus dan Khazraj di suatu tempat di kota Madinah.  Syair jahiliyah tersebut mengantarkan mereka kepada perasaan kebanggaan dan kepahlawanan mereka di masa jahiliyah dalam medan perang Buats. Perasaan kebangsaan dan kepahlawanan kaum Aus maupun Khaz-raj itu memuncak hingga mereka lupa bahwa mereka sesama muslim.  Yang Aus merasa Aus dan yang Khazraj merasa Khazraj.  Dalam puncak emosi perang itu mereka akhirnya berteriak-teriak histeris : ”Senjata-senjata!”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam situasi kritis itulah, Rasulullah datang bersama pasukan kaum muslimin untuk melerai mereka.  Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Wahai kaum muslimin, apakah karena seruan jahiliyah ini (kalian hendak berperang) padahal aku ada di tengah-tengah kalian. Setelah Allah memberikan hidayah Islam kepada kalian. Dan dengan Islam itu Allah muliakan kalian dan dengan Islam Allah putuskan urusan kalian pada masa jahiliyyah. Dan dengan Islam itu Allah selamatkan kalian dari kekufuran. Dan dengan Islam itu Allah pertautkan hati-hati kalian. Maka kaum Anshar itu segera menyadari bahwa perpecahan mereka itu adalah dari syaithan dan tipuan kaum kafir sehingga mereka menangis dan berpelukan satu sama lain. Lalu mereka berpaling kepada Rasulullah SAW. dengan senantiasa siap mendengar dan taat&#8230;” (Sirah Ibnu Hisyam Juz 1/555).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suara-islam.com/index.php/Ibrah/Menjaga-Kesatuan-Umat.html">http://suara-islam.com/index.php/Ibrah/Menjaga-Kesatuan-Umat.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah Allah menurunkan surat Ali ‘Imran ayat 103:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya&#8230;” [Ali ‘Imran:103]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada pun surat Ali ‘Imran ayat 99 turun berkenaan dengan tokoh Yahudi, Qais, yang gemar mengadu-domba ummat Islam:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?.&#8221; Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 99]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW juga melarang keras sikap ashabiyah (Nasionalisme dan tribalisme) seperti itu. Sebagaimana yang tercermin dalam sabdanya:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bukan termasuk Ummatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah&#8221; (HR Abu Dawud).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/09/02/173923/1195126/471/merangkul-malaysia">http://suarapembaca.detik.com/read/2009/09/02/173923/1195126/471/merangkul-malaysia</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Silahkan kunjungi:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kabarislam.wordpress.com/">http://kabarislam.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://islamicbroadcasting.wordpress.com/">http://islamicbroadcasting.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=156&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/09/08/mewaspadai-berita-orang-fasik-dan-adu-domba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/adudomba.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">adudomba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim Indonesia dan Malaysia Siap Perang Berebut &#8220;Tari Pendet&#8221;?</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/08/26/muslim-indonesia-dan-malaysia-siap-perang-berebut-tari-pendet/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/08/26/muslim-indonesia-dan-malaysia-siap-perang-berebut-tari-pendet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap perang karena rebutan lagu “Rasa Sayange” dan “Tari Pendet”, saya trenyuh juga. Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya jadi benci Malaysia karena itu?

Saya lihat lagu “Rasa Sayang” itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang dinyanyikan ketika pesta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=141&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-144" title="Tari Pendet" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/08/tari_pendet1.jpg?w=130&#038;h=211" alt="Tari Pendet" width="130" height="211" />Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap perang karena rebutan lagu “Rasa Sayange” dan “Tari Pendet”, saya trenyuh juga. Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya jadi benci Malaysia karena itu?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya lihat lagu “Rasa Sayang” itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang dinyanyikan ketika pesta dengan lirik: “rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..” ada pula lirik lainnya “boleh kita menumpang mandi.” Kemudian “Tari Pendet”, dari Wikipedia disebut merupakan tari penyambutan turunnya para “Dewata” ke dunia. Kok bisa-bisanya ummat Islam berani ”berjihad” perang untuk hal semacam itu, tapi jika disuruh berjihad untuk menegakkan agama Allah pada ”ketakutan” atau ”alergi”&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-141"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya penduduk Malaysia dan Indonesia beragam. Ada etnis Cina, India, Arab, dengan suku yang terbesar dari Melayu. Agamanya pun bermacam-macam. Ada Budha, Hindu, Kristen, dengan Islam sebagai agama terbesar. Jadi keduanya mayoritas adalah dari rumpun Melayu dan beragama Islam. Fisiknya sama. Bahasanya pun hampir sama.  Budayanya pun sama karena masih satu suku.</p>
<p>Sekitar 2 juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Banyak orang Indonesia yang sudah jadi warga Malaysia sehingga lahir dan besar di Malaysia. Ada yang dari suku Bugis, Banjar, Riau, Jawa, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika di Indonesia etnis Cina suka mengadakan acara Barongsay, Imlek, dan sebagainya, ini bukan berarti bangsa Indonesia mengklaim budaya Barongsay atau Imlek sebagai milik Indonesia. Bukan berarti Indonesia mencuri budaya Cina. Atau jika warga Indonesia keturunan Arab mengadakan lagu gambus, dsb, bukan berarti Indonesia mencuri budaya Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Begitu pula dengan warga Malaysia keturunan Indonesia. Jika mereka mengadakan acara budaya yang merupakan milik sukunya, misalnya warga Banjar di Malaysia mengadakan acara adat Banjar, bukan berarti mereka mencuri budaya Banjar/Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap budaya yang bagus/unggulan pasti disukai orang di seluruh dunia. Contohnya di seluruh dunia orang belajar <strong>&#8220;KARATE&#8221; dan &#8220;ORIGAMI.&#8221;</strong> Toh semua orang tahu bahwa keduanya dari Jepang dan tak ada satu negara pun (termasuk Malaysia) yang berani mengklaim itu milik negara mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula kita semua tahu bahwa <strong>&#8220;BARONGSAY&#8221; dan &#8220;WUSHU&#8221; </strong>dari Cina. <strong>&#8220;TAE KWON DO&#8221;</strong> dari Korea meski di seluruh dunia kebudayaan itu dipraktekkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah harusnya kita bisa meniru Jepang, Cina, dan Korea yang bisa mensosialisasikan kebudayaan mereka orang di seluruh dunia tahu budaya itu milik mereka. Kita harus introspeksi diri agar jadi bangsa yang besar. Bukan bangsa yang paranoid, inferior, dan cuma bisa meributkan masalah kecil tanpa bisa memakmurkan dan memajukan rakyatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi semua harus dihadapi dengan tangan dingin. Jangan mudah “dibakar” atau “dikompori” penyiar berita di TV. Apalagi kasus ”Tari Pendet” ternyata merupakan kesalahan ”Discovery Channel” yang memuat klip ”Tari Pendet” dalam iklan promo wisata Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau pun ada warga Malaysia (bisa dari etnis Cina, India, atau Melayu) yang melakukan plagiat, itu bukan alasan bagi kita untuk menyamakan bahwa seluruh rakyat Malaysia adalah maling dengan menyebutnya &#8220;Malingsia.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Warga Indonesia pun banyak yang melakukan plagiat/penjiplakan lagu-lagu asing, sinetron asing. Bahkan pujangga paling terkenal Chairil Anwar pun ternyata melakukan penjiplakan/plagiat.</p>
<p><a href="http://kemudian.com/node/81514">http://kemudian.com/node/81514</a></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat contoh daftar Sinetron Bajakan yang begitu panjang yang dilakukan warga Indonesia. Apakah karena perbuatan segelintir orang itu berarti kita semua adalah maling? Tidak bukan?</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html">http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html</a></p>
<p>Allah mengatakan sesungguhnya orang beriman itu bersaudara:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“<strong>Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.</strong> Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat:10]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seandainya seluruh ummat Islam bersatu dalam satu negara Islam, tentu tidak perlu lagi bangsa Indonesia dan Malaysia berebut wilayah seperti pulau Sipadan dan Ligitan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan<strong> janganlah kamu bercerai berai,</strong> dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imran:103]</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia dan Malaysia sendiri sebelum penjajahan Inggris dan Belanda sebetulnya pernah tergabung dalam satu negara pada zaman Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka. Oleh karena itu tidaklah aneh jika budaya, agama, dan bahasanya pun nyaris sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Kerajaan Sriwijaya" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2007/10/sriwijaya1.jpg?w=468&#038;h=453" alt="Kerajaan Sriwijaya" width="468" height="453" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tak pantas ummat Islam saling ejek seperti Muslim Indonesia menyebut Muslim Malaysia sebagai “Malingsia” dan Muslim Malaysia mengejek Muslim Indonesia sebagai “Indon”:</p>
<p><img class="alignnone" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2007/10/majapahit.jpg?w=576&#038;h=301" alt="" width="576" height="301" /></p>
<p style="text-align:justify;">“<strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain</strong>, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita harus mewaspadai orang-orang kafir yang ingin memecah-belah dan mengadu domba ummat Islam:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: &#8220;Kami tidak menghendaki selain kebaikan.&#8221; Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” [At Taubah:107]</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan terlalu mempercayai media TV Swasta yang dikelola Non Muslim yang bersifat &#8220;mengompori&#8221; dan mengadu-domba ummat Islam tanpa tabayyun kepada pihak yang difitnah:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, <strong>jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu  berita, maka periksalah dengan teliti </strong>agar kamu tidak menimpakan suatu musibah  kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal  atas perbuatanmu itu.&#8221; [Al Hujuraat:6]</p>
<p style="text-align:justify;">Pernahkah kita memeriksa berita tersebut kepada teman/saudara kita orang Malaysia agar kita tidak menghina apalagi menyerangnya tanpa tahu masalah sebenarnya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita juga dilarang memecah-belah agama kita dan memecah persatuan ummat Islam sehingga saling bunuh satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat&#8221; [Ali 'Imran:105]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;&#8230;Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya..&#8221; [Asy Syuura:13]&#8230; Baca Selengkapnya</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya orang yang mati karena membela fanatisme golongan/kebangsaan, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah atau masuk neraka. Seharusnya ummat Islam mati syahid karena Allah:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama&#8217;ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa&#8217;i)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika orang-orang Islam saling perang dan saling bunuh, maka keduanya masuk neraka:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, &#8220;Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari itu semua, agar milik Indonesia tidak direbut pihak asing, Indonesia harus jadi bangsa yang mandiri. Jangan menjual kekayaan alam, BUMN, atau lainnya ke pihak asing. Kemudian semua lagu dan budaya milik Indonesia yang bermanfaat harus didokumentasikan dan diumumkan dengan baik misalnya melalui DVD, situs dan TV sehingga semua orang tahu itu milik siapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya banyak masalah yang jauh lebih penting ketimbang merebutkan &#8220;Tari Pendet&#8221; yang diakui Malaysia sebagai kesalahan dari Discovery Channel Singapura yang memasukkan clip Tari Pendet ke Promo Malaysia (meski pemerintah Malaysia juga turut bersalah karena kurang jeli). Sebagai contoh masalah <strong>penguasaan kekayaan alam oleh asing sehingga menurut PENA Rp 2.000 trilyun/tahun</strong> kekayaan alam Indonesia yang seharusnya bisa dipakai memakmurkan rakyat Indonesia justru masuk ke kantong asing.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin">http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin</a></p>
<p style="text-align:justify;">Akibatnya jutaan rakyat Indonesia kelaparan di mana ribuan di antaranya tewas:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan</a></p>
<p style="text-align:justify;">Harusnya hal-hal yang penting seperti di atas yang diperjuangkan sampai mati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Lagu Rasa Sayang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ini lagu dah dari jaman dulu dinyanyiin ama orang-orang Ambon saat mereka ngadain pesta, anak-anak muda-nya tuh suka berbalas pantun pake lagu ini.. dimana bagian rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.jessfortress.com/little-something/lagu-rasa-sayang/">http://www.jessfortress.com/little-something/lagu-rasa-sayang/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tari Pendet</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</p>
<p style="text-align:justify;">Langsung ke: navigasi, cari</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet">http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selasa, 25 Agustus 2009 13:23 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel</p>
<p style="text-align:justify;">Kuala Lumpur (ANTARA News) &#8211; Iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel,&#8221; kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru,&#8221; kata Norman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema film dokumenter ialah &#8220;The Melakan Portuguese &#8211; Preserving Their Heritage, &#8220;Bajau Laut &#8211; Nomad of The Sea&#8221;, &#8220;Keris &#8211; The Myth &amp; The Magic&#8221; dan Kellie`s Castle &#8211; Myth &amp; Mystery&#8221;, dan &#8220;Batik&#8221; dan &#8220;Wau&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa,&#8221; kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://antaranews.com/berita/1251181413/iklan-tari-pendet-dibuat-oleh-discovery-channel">http://antaranews.com/berita/1251181413/iklan-tari-pendet-dibuat-oleh-discovery-channel</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Indonesia</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa,  India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Malaysia</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Sinetron Bajakan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html">http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru satu contoh judul..mau tahu  sinetron lainnya:<br />
1. Benci Bilang Cinta (Goong / Princess Hours &#8211; korean drama)<br />
2. Benci Jadi Cinta (My Girl &#8211; korean drama)<br />
3. Impian Cinderella (Prince Who Turns Into Frogs &#8211; taiwan drama)<br />
4. Cowok Impian (It Started With A Kiss &#8211; taiwan drama)<br />
5. Putri Kembar (100% Senorita / Twins &#8211; taiwan drama)</p>
<p style="text-align:justify;">6. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen Yu Meng Meng / Kabut Cinta &#8211; taiwan drama)<br />
7. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smile Pasta &#8211; taiwan drama)<br />
8. Kau Masih Kekasihku (At The Dolphin Bay &#8211; taiwan drama)<br />
9. Pangeran Penggoda (Devil Beside You &#8211; taiwan drama)<br />
10. Rahasia Pelangi (Love Apart A Moment &#8211; taiwan drama)<br />
11. 2 Hati (Snow Angel &#8211; taiwan drama)<br />
12. Berani Tampil Beda (Magicians of Love / Ai Qing Mo Fa Shi &#8211; taiwan drama) &#8211; apparently belon maen<br />
13. Benar-benar cinta (Devil Beside You &#8211; taiwan drama)<br />
14. Bukan Diriku (Anything For You &#8211; japanese drama)<br />
15. Pengantin Remaja (My Little Bride &#8211; korean drama)<br />
16. Bintang (HZGG &#8211; taiwan drama)<br />
17. Pacarku Besar Sekali &#8211; ftv (My Name is Kim Sam Soon &#8211; korean drama)<br />
18. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love Song &#8211; korean drama)<br />
19. Cincin (Beautiful Days &#8211; korean drama)<br />
20. Liontin (Glass Shoes &#8211; korean drama)<br />
21. Wulan (Term of endearment)<br />
22. Intan (Be Strong Geum Soon &#8211; korean drama)<br />
23. I love you, Boss! (Bright Girl&#8217;s Success Story &#8211; korean drama)<br />
24. Buku Harian Nayla (1 litre of tears &#8211; japanese drama)<br />
25. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon &#8211; korean drama)<br />
26. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon Hyang &#8211; korean drama)<br />
27. Darling (My Name is Kim Sam Soon &#8211; korean drama)</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="leoHighlights_iframe_modal_div_container" style="border:1px solid black;position:absolute;visibility:hidden;display:none;width:394px;height:40px;z-index:32768;background-color:white;">
<div id="leo_iFrame_closebar" style="position:absolute;top:0;left:0;width:394px;height:40px;z-index:32768;background-image:url('//shim/content/highlightsFilter-1/header.gif');"><a href="leoHighlightsIFrameClose();"></a></div>
</div>
<p>==</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kemudian.com/node/81514">http://kemudian.com/node/81514</a></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Dalam sejarah sastra tanah air, menurut Ayip Rosidi, perbuatan plagiat yang amat masyhur ialah yang dilakukan oleh penyair Chairil Anwar. Akan tetapi, perbuatan itu baru diketahui setelah sang penyair meninggal dunia.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Sahabat- sahabatnya seperti HB Jassin dan Asrul Sani membela perbuatan tersebut dengan mengatakan bahwa Chairil terpaksa berbuat demikian karena pada waktu itu dia memerlukan uang untuk berobat.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Namun, perbuatan memplagiat sajak Hsu Chi Mo (Datang Dara Hilang Dara), Archibald MacLeish (Krawang-Bekasi), dan lain-lain tetap merupakan perbuatan tercela yang mencoreng kemasyhurannya sebagai penyair terkemuka walaupun kepeloporannya dalam per-puisian Indonesia tetap diakui.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak warga Malaysia sebetulnya berasal dari Indonesia. Contohnya istri Perdana Menteri Malaysia, Rosmah Mansor, ternyata keturunan Padang, Sumatera Barat. Anaknya Nazir Razak menggalang bantuan untuk korban Gempa Sumatera.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Pers Malaysia Galang Bantuan Gempa Sumatera</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Simpati untuk Korban Gempa Sumatera</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Minggu, 4 Oktober 2009 | 22:37 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KUALA LUMPUR, KOMPAS.com-Media massa di Malaysia, terutama media cetak seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, The Star dan The New Straits Times melakukan penggalangan dana kemanusian terkait dengan gempa bumi di Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harian The Star membuka rekening di CIMB untuk menerima sumbangan masyarakat di empat negara yakni Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand sejak Jumat, 2 Oktober 2009. Rekening itu dinamakan &#8220;CIMB-The Star Padang Relief Fund&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">CEO CIMB Nazir Razak langsung menyerahkan bantuan sebesar 100.000 ringgit (sekitar Rp 280 juta) dalam pembukaan rekening itu. Nazir Razak adalah salah seorang putra dari PM Malaysia Nazib Tun Razak dan ibunya Rosmah Mansor (istri Najib) adalah keturunan Padang, Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/10/04/2237455/Pers.Malaysia.Galang.Bantuan.Gempa.Sumatera">http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/10/04/2237455/Pers.Malaysia.Galang.Bantuan.Gempa.Sumatera</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=141&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/08/26/muslim-indonesia-dan-malaysia-siap-perang-berebut-tari-pendet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/08/tari_pendet1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tari Pendet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2007/10/sriwijaya1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kerajaan Sriwijaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2007/10/majapahit.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jutaan Muslim Dibantai Bagaikan Buih Di Lautan&#8230;.</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/15/jutaan-muslim-dibantai-bagaikan-buih-di-laut/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/15/jutaan-muslim-dibantai-bagaikan-buih-di-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajahan AS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[
Rasulullah SAW pernah bersabda berkenan dengan keinginan kaum kafir untuk membinasakan kaum muslimin dan Islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits Tsaubah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=130&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-132" title="Afghanistan" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/afghanistan.jpg?w=372&#038;h=272" alt="Afghanistan" width="372" height="272" /></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW pernah bersabda berkenan dengan keinginan kaum kafir untuk membinasakan kaum muslimin dan Islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits Tsaubah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, Kaum kafir bersatu untuk menjajah Islam, negeri-negerinya serta penduduknya. Kedua, Negeri-negeri muslimin adalah negeri-negeri sumber kebaikan dan barakah yang mengundang air liur kaum kafir untuk menjajahnya. Ketiga, kaum kafir mengambil potensi alam negeri muslimin tanpa rintangan dan halangan sedikit pun. Keempat, kaum kafir tidak lagi gentar terhadap kaum Muslimin karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Alloh dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Alloh menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-130"></span>“Akan kami jangkitkan di dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Alloh, di mana Alloh belum pernah menurunkan satu alasan pun tentangnya”. (QS Ali Imran: 151)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda artinya, “Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku ditolong dengan rasa ketakutan dengan jarak satu bulan perjalanan; dan dijadikan bumi untukmu sebagai tempat sujud ; …. dan seterusnya”. (Riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari I/436. Muslim dalam Nawawi V/3-4 dari Jabir bin Abdullah rodhiallohu ‘anhu)</p>
<p style="text-align:justify;">Pada zaman Nabi dan kejayaan Islam kita bisa saksikan bagaimana 3.000 pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid sanggup menahan 200 ribu tentara Romawi di perang Mu’tah. Kemudian 30 ribu pasukan yang dipimpin Rasulullah di kota Tabuk menggentarkan kerajaan Romawi sehingga mereka tidak berani berperang melawan Nabi. Bahkan tentara Thariq bin Ziad yang jumlahnya hanya 7.000 pasukan berhasil mengalahkan 100 ribu tentara kerajaan Spanyol dan menguasai Spanyol selama 7 abad.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda beliau SAW dalam hadits Tsauban yang lalu, yang menyatakan, “Allah akan mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian …”.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang yang terjadi sebaliknya. Tentara-tentara kafir membantai ummat Islam di mana-mana. AS membantai sekitar sejuta Muslim di Iraq dan Afghanistan. Israel membantai jutaan Muslim di Palestina selama puluhan tahun. India membantai Muslim di Kashmir. Cina membantai Muslim Uighur di Xin Jiang. Rusia membantai Muslim di Chechnya. Burma membantai Muslim Rohingya. Thailand membantai Muslim di Pattani, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hebatnya lagi, AS mendapat ribuan trilyun rupiah untuk membuat senjatanya dari hasil kekayaan alam negara-negara Islam seperti Indonesia. Menurut PENA, sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil SDA Indonesia dinikmati asing terutama AS. 6 dari 10 perusahaan terkaya versi Forbes 500 dengan total pendapatan Rp 17 ribu trilyun adalah perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Anehnya lagi, ada beberapa aktivis “Islam” yang turut membantu perusahaan-perusahaan AS sehingga leluasa merampas kekayaan alam Indonesia sehingga AS kaya raya sementara mayoritas rakyat Indonesia miskin. Mereka ridho mendapat Rp 10-20 milyar/tahun sementara ribuan trilyun rupiah mengalir ke musuh Islam yang membantai saudara-saudara Muslim kita di tempat lain. Harusnya kita berusaha agar uang Rp 2.000 trilyun lebih dari kekayaan alam Indonesia bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka diam terhadap pencurian kekayaan alam Indonesia. Padahal seharusnya kita melawan kemungkaran itu dengan tangan, lisan, atau minimal dengan hati. Jika tidak, maka musibah akan menimpa negeri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Maraknya perampokan, penculikan, korupsi, bunuh diri karena kemiskinan, dan sebagainya tak lepas dari faktor ekonomi karena kekayaan alam kita diambil asing sehingga mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita teliti sunnah Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad tidak pernah membantu musuh-musuh Islam dengan menyumbangkan kekayaan/pasar ummat Islam kepada orang-orang kafir seperti kaum kafir Mekkah, Romawi, Persia, dan sebagainya. Padahal zaman Nabi ada sumur air, perkebunan kurma, dan sebagainya. Ayat di bawah larangan kaum musyrik masuk ke Mekkah sehingga tidak bisa menguasai perekonomian Mekkah:</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW justru memblokade dan menyerang setiap khafilah dagang kaum kafir Mekkah yang hendak menuju ke Syam sehingga mereka akhirnya secara ekonomi lemah dan tak mampu membiayai pasukan perang mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dan mengangkat Abu Ubaidah ra. sebagai pemimpin untuk mencegat kafilah dagang Quraisy&#8230; (Shahih Muslim No.3576)</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela&#8230;” [Al Maa-idah:54]</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hadits dan ayat Al Qur’an di atas, jelaslah bahwa untuk mengalahkan musuh-musuh Islam yang terbukti membantai ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan sebagainya serta berusaha kuat menghalangi penegakkan ajaran Islam, ummat Islam juga harus menyerang mereka dengan berbagai cara termasuk lewat ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak bisa kita berdemo di depan Kedubes AS, tapi pada saat yang sama kita membantu AS untuk mendapatkan ribuan trilyun rupiah dari kekayaan alam Indonesia sehingga AS akhirnya bisa membuat ribuan tank dan pesawat tempur tiap tahun untuk menyerang Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Perang Iraq yang berjalan lebih dari 8 tahun menelan biaya US$ 694 milyar (Rp 7.000 Trilyun). Tapi karena anggaran perang AS US$ 655 milyar/tahun, maka AS bukan hanya mampu membiayai perang di Iraq, bahkan juga di Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya AS tidak dapat sumbangan uang dari hasil kekayaan negara Islam, sehingga anggaran militernya seperti Indonesia yang cuma Rp 36 trilyun/tahun, niscaya AS tidak akan mampu menyerang negara-negara Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam hukum, jika ada seorang pembunuh yang membunuh orang dengan senjata api, maka orang yang memberi uang untuk membeli senjata api itu sama salahnya dengan si pembunuh. Jangankan menyumbang pembunuh, menerima/menadah hasil kejahatan saja adalah tindak kriminal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Islam, harta yang berasal dari pencurian itu haram dan meski disedekahkan tetap berdosa. Bahkan Nabi berkata bahwa orang yang makan dari sumber yang haram doanya tidak akan diterima dan di akhirat makanannya akan jadi batubara dari api neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Mumtahanah:9]</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin sebagian ummat Islam termasuk aktivis Islam hanya karena mendapat sedikit uang receh kemudian membantu musuh Allah yang telah membantai jutaan ummat Islam dan membuat jutaan Muslim lainnya terusir dari negerinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai Muslim, kita harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Kita tidak bisa berbuat baik hanya untuk diri kita sendiri. Tapi kita juga harus menyuruh orang lain berbuat kebaikan dan menolak kemungkaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh jika kita di kapal, tidak cukup kita berbuat baik untuk diri kita. Jika ada orang lain berbuat mungkar, misalnya membolongi kapal, jika kita tidak mencegah kemungkarannya, kita semua akan tenggelam.</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaklah kamu beramar ma&#8217;ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo&#8217;a dan tidak dikabulkan (do&#8217;a mereka). (HR. Abu Zar)</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma&#8217;ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo&#8217;a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma&#8217;ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu kita semua harus melawan kemungkaran semampu kita seperti pencurian kekayaan alam Indonesia serta sistem ekonomi Neoliberalisme yang merupakan alat konglomerat Yahudi untuk menguasai dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika iman anda tidak lemah, sebarluaskan informasi ini ke teman-teman dan saudara anda sebagai bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../">http://kabarislam.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Qaulul Mubin fi Jama’atil Muslimin” karangan Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, Penerbit Maktab Islamy Riyadh tanpa tahun, dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 07/1/1414-1993 hal. 8-13, diambil dari situs <a href="http://www.assunnah.or.id/">www.assunnah.or.id</a>]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>13 Orang Afghanistan Tewas Setiap Hari Karena Serangan AS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kematian bukan sesuatu yang aneh dan mahal di Afghanistan. Di negara itu, rakyat sipil Afghanistan yang beragama Islam betapa mudahnya menjadi sasaran tembak.</p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan, laki-laki tua, dan anak-anak, tidak pandang bulu. Jika terlihat berkerumun, dan terlihat oleh pesawat jet tempur AS di udara, maka dipastikan akan segera dibombardir. Dalih AS selalu sama: memburu para pemberontak Taliban, dan itulah yang dijadikan argumen mereka kepada dunia internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama lima bulan belakangan ini, presiden AS Barack Obama tengah melancarkan kampanye “perang sehat” di Afghanistan. Tim yang mendukung Obama sebagian besar adalah mereka yang bekerja di bahwa rejim George W. Bush.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah data yang mengiriskan datang dari The Afghan Independent Human Rights Commission (AIHRC). Selama tahun 2008 kemarin, tidak kurang dari 5000 rakyat Afghanistan tewas karena serangan pasukan AS. Jika dirata-ratakan, maka satu bulannya tercatat sebanyak 416 orang tewas, dan satu harinya 13 orang rakyat sipil Afghanistan harus dikubur.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 2001, AS mengahabisi sekitar 32.000 orang Afghanistan (Project on Defense Alternatives), sedangkan pada tahun 2002 mencapai 20.000( The Guardian), tahun 2003 korban meninggal 23.600 (University of New Hampshire), tahun 2005 mencapai 408 saja, tahun 2005 &#8220;hanya&#8221; sebesar 4000 orang (AP), tahun 2007 mencapai 1633 (Human Right Watch), dan 2008 mencapai 5000 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dijumlahkan total rakyat sipil Afghanistan yang meninggal karena operasi militer AS selama delapan tahun belakangan ini adalah 87. 141 orang. Data-data ini yang berhasil direkam oleh beberapa media dan institusi dan tingkat keakuratannya mungkin tidaklah cukup tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/13-orang-afghanistan-tewas-setiap-hari-karena-serangan-as.htm">http://www.eramuslim.com/berita/dunia/13-orang-afghanistan-tewas-setiap-hari-karena-serangan-as.htm</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Anggaran</strong><strong> AS untuk Perang Iraq Lampaui Perang Vietnam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Departemen Pertahanan AS (Pentagon), sebagaimana dilaporkan situs Antiwar mengutip data statistik Pentagon, jika Kongres meratifikasi bujet terbaru keuangan perang Iraq, maka perang ini menelan biaya sebesar 694 milyar dolar AS, bujet terbesar kedua dalam sejarah AS pasca perang dunia kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan laporan ini, jika Kongres meratifikasi bujet yang diusulkan Obama, maka anggaran perang akan bertambah 87 milyar dolar. Dengan demikian, berdasarkan laporan kantor penelitian dan riset Kongres yang disempurnakan tahun lalu, anggaran perang Iraq sebesar 694 milyar dolar akan menjadi tanggungan para pembayar pajak AS. Padahal anggaran perang Vietnam sebesar 686 milyar dolar AS dan bujet perang dunia kedua sebesar 4,1 triliun dolar AS.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan laporan ini, pada tahun 2008, AS mengeluarkan 34 milyar dolar AS untuk membiayai perang Afghanistan. Terkait hal ini, pemerintah Obama berupaya untuk mengirimkan pasukan bantuan ke Afghanistan dan mengeluarkan 47 milyar dolar AS. (hidayatullah.com)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/04/15/anggaran-as-untuk-perang-iraq-lampaui-perang-vietnam/">http://hizbut-tahrir.or.id/2009/04/15/anggaran-as-untuk-perang-iraq-lampaui-perang-vietnam/</a></p>
<p><strong>Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin</strong></p>
<p>Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?</p>
<p>Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?</p>
<p>Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?</p>
<p>Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?</p>
<p>Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa?</p>
<p>Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?</p>
<p>Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup uang.</p>
<p>Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang”</p>
<p>Baca selengkapnya di:</p>
<p><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/#comment-1155">http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/#comment-1155</a></p>
<p><strong>Kelompok Uighur Prediksi Korban Bentrok 800 Orang</strong></p>
<p>Kamis, 09 July 2009 08:35 WIB</p>
<p>Berlin, (tvOne)</p>
<p>Antara 600 dan 800 orang tewas dalam kerusuhan di kota Urumqi, China, antara orang Uighur Muslim dengan Han China, kata Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia, Rabu.</p>
<p>Asgar Can, yang tinggal di pengasingan di Jerman &#8211;tempat organisasi itu berpusat, mengatakan, &#8220;Sebagian orang telah memberi tahu kami 600 (orang tewas), yang lain telah mengatakan 800. Kami memperkirakan bahwa jumlah itu adalah antara 600 dan 800&#8243;. Ia menyatakan perkiraan tersebut dilandasi atas perhitungan saksi mata mengenai kerusuhan itu.</p>
<p>(Ant) ed</p>
<p><a href="http://www.tvone.co.id/berita/view/17762/2009/07/09/kelompok_uighur_prediksi_korban_bentrok_800_orang/">http://www.tvone.co.id/berita/view/17762/2009/07/09/kelompok_uighur_prediksi_korban_bentrok_800_orang/</a></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-137" title="bosnia" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/bosnia.jpg?w=206&#038;h=264" alt="bosnia" width="206" height="264" />Ditemukan 8.000 kuburan Muslim Dalam Penggalian Bosnia</strong></p>
<p>KAMENICA, Bosnia (Suaramedia) Ditemukan kuburan massal kesepuluh di desa Kamenika, pada area dengan nama &#8220;Lembah Kematian&#8221;, yang berisi sekitar 8.000 orang laki-laki dan anak laki-laki Muslim yang dibunuh oleh angkatan perang Serbia Bosnia sewaktu mereka melarikan diri dari Srebrenica pada Juli 1995. Murat Hurtic, Komisi Daerah Bagian Orang Hilang mengatakan dokumen yang diperoleh di tempat menunjukkan korban dari Srebrenica, daerah inti timur di bawah perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika dipenuhi oleh angkatan perang Serbia Bosnia selama perang tahun 1992- 1995.</p>
<p><a href="http://www.suaramedia.com/berita-dunia/52-dunia-islam/1080-ditemukan-8000-kuburan-muslim-dalam-penggalian-bosnia-.html">http://www.suaramedia.com/berita-dunia/52-dunia-islam/1080-ditemukan-8000-kuburan-muslim-dalam-penggalian-bosnia-.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=130&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/15/jutaan-muslim-dibantai-bagaikan-buih-di-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/afghanistan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Afghanistan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/bosnia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bosnia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammadiyah, NU, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan FPI Dukung JK-Win</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/03/muhammadiyah-nu-badan-kontak-majelis-taklim-bkmt-dan-fpi-dukung-jk-win/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/03/muhammadiyah-nu-badan-kontak-majelis-taklim-bkmt-dan-fpi-dukung-jk-win/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 04:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BKMT]]></category>
		<category><![CDATA[Capres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[JK-Win]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Isyaratkan Dukung JK-Wiranto
Din: Muhammadiyah Tak Kenal Istilah Netral
Gunawan Mashar &#8211; detikPemilu
Jakarta &#8211; Pengurus Pusat Muhammadiyah semakin mengisyaratkan mendukung pasangan JK-Wiranto. Saat JK menghadiri peresmian Gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Banten, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak para hadirin untuk mendoakan JK-Wiranto.

&#8220;Warga Muhammdiyah berdoa agar Pak Jusuf Kalla dapat ridho untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=125&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Isyaratkan Dukung JK-Wiranto<br />
Din: Muhammadiyah Tak Kenal Istilah Netral<br />
Gunawan Mashar &#8211; detikPemilu</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta &#8211; Pengurus Pusat Muhammadiyah semakin mengisyaratkan mendukung pasangan JK-Wiranto. Saat JK menghadiri peresmian Gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Banten, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak para hadirin untuk mendoakan JK-Wiranto.<br />
<span id="more-125"></span><br />
&#8220;Warga Muhammdiyah berdoa agar Pak Jusuf Kalla dapat ridho untuk memimpin bangsa ini ke depan,&#8221; kata Din saat dalam pidato sambutannya, Jumat (3/6/2009). Din juga menyebut doa orang Muhammadiyah itu makbul.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita tidak mengenal istilah netral, karena kita harus menentukan pilihan. Karena kalau netral berarti golput,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait pilihan itu, Din mengatakan, warga Muhammadiyah akan memilih yang memperhatikan keberadaan ormas Islam tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Muhammadiyah membuka peluang bagi capres-cawapres yang mau datang ke Muhammadiyah, dan satu-satunya yang datang adalah Pak Jusuf Kalla dan Pak Wiranto. Dan saya yakin cuma mereka saja yang datang,&#8221; bebernya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya, Din juga menyebut bahwa dalam diri Jusuf Kalla juga mengalir darah Muhammadiyah lewat ibunya, Athirah Kalla, yang adalah pengurus Aisyah, bagian Muhammadiyah yang mengurusi masalah perempuan. Selain itu, lanjut Din, mertua JK juga adalah tokoh Muhammadiyah di Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan itu, Din juga membacakan 9 kriteria bagi capres-cawapres pilihan Muhammadiyah, antara lain mempunyai watak kenegarawanan dan akomodatif serta aspiratif terhadap umat Islam.<br />
( lrn / nrl )<br />
<a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/03/102507/1158337/700/din-muhammadiyah-tak-kenal-istilah-netral">http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/03/102507/1158337/700/din-muhammadiyah-tak-kenal-istilah-netral</a></p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 23 Juni 2009<br />
MAKLUMAT FPI TENTANG PEMILIHAN PRESIDEN RI 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, setelah melalui Musyawarah Pimpinan DPP-FPI dengan pertimbangan syar&#8217;i, maka secara tulus dan ikhlas DPP-FPI menyerukan seluruh umat Islam dan segenap anak bangsa untuk mendukung, memilih dan memenangkan dalam Pilpres 2009 pasangan Capres &#8211; Cawapres RI :</p>
<p style="text-align:justify;">H.M. YUSUF KALLA &#8211; H. WIRANTO</p>
<p style="text-align:justify;">dengan menitipkan amanat :</p>
<p style="text-align:justify;">JAMINAN KEBEBASAN MENJALANKAN IBADAH DAN SYARIAT BAGI TIAP AGAMA SESUAI DENGAN AJARANNYA MASING-MASING</p>
<p style="text-align:justify;">&amp;</p>
<p style="text-align:justify;">PELARANGAN SEGALA BENTUK PENISTAAN DAN PENODAAN TERHADAP AGAMA APA PUN<br />
http://www.fpi.or.id/</p>
<p style="text-align:justify;">Ulama NU Jatim Sepakat Dukung JK-Wiranto<br />
Rita Ayuningtyas</p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 1 Juli 2009 | 20:14 WIB<br />
Laporan wartawan KOMPAS Imam Prihadiyoko</p>
<p style="text-align:justify;">JOMBANG, KOMPAS.com — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Mutawakil Alala mengungkapkan, para ulama NU sudah sepakat untuk memberikan dukungan pada capres JK-Wiranto.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Keputusan itu dibuat dalam sebuah pertemuan para ulama dan kiai sepuh NU,&#8221; ujar Mutawakil Alala ketika ditemui di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Rabu (1/7) petang.<br />
<a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/01/20144716/Ulama.NU.Jatim.Sepakat.Dukung.JK-Wiranto">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/01/20144716/Ulama.NU.Jatim.Sepakat.Dukung.JK-Wiranto</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kiai Kultural NU Bersatu Dukung JK</p>
<p style="text-align:justify;">JAKARTA- Sebanyak 20 kiai kultural NU (Nahdaltul Ulama) menyatakan dukungan kepada duet capres-cawapres, M Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto. Dukungan itu dimanifestasikan dengan pernyataan terbuka dalam bentuk iklan di sebuah media cetak legendaris di kalangan tokoh dan warga NU, Duta Masyarakat , edisi Jumat (19/6).<br />
Di antara kiai NU kultural yang mendukung duet JK-Wiranto adalah KH Abdullah Faqih, pimpinan Pondok Langitan Tuban. Ada pula KH Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim; KH Chotib Umar, pimpinan Pondok Raudhlatul Ulum Jember; KH Muchit Muzadi, salah satu deklarator PKB dan kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi; KH Sofyan Miftah dari Situbondo, KH Zainuddin Djazuli, pimpinan Pondok Ploso Kediri, dan banyak kiai lainnya.<br />
<a href="http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/4223-kiai-kultural-nu-bersatu-dukung-jk.html">http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/4223-kiai-kultural-nu-bersatu-dukung-jk.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">18 Juta Anggota Jemaah Majelis Taklim se-Indonesia Dukung JK-Win<br />
LIN</p>
<p style="text-align:justify;">Senin, 22 Juni 2009 | 17:03 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">BEKASI, KOMPAS.com — Pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto mendapat dukungan sekitar 18 juta ibu yang tergabung dalam majelis taklim di seluruh Indonesia pada Pilpres 8 Juli 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tuti Alawiyah di sela-sela kampanye dialogis cawapres Wiranto di Bekasi, Senin (22/6), mengatakan, dukungan bulat tersebut dikristalkan pada saat Rakernas BKMT yang diikuti pengurus dari 31 provinsi di Indonesia.<br />
<a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/22/17032083/18.juta.anggota.jemaah.majelis.taklim.se-indonesia.dukung.jk-win">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/22/17032083/18.juta.anggota.jemaah.majelis.taklim.se-indonesia.dukung.jk-win</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=125&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/07/03/muhammadiyah-nu-badan-kontak-majelis-taklim-bkmt-dan-fpi-dukung-jk-win/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim yang Baik Jelas Identitasnya</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/26/muslim-yang-baik-jelas-identitasnya/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/26/muslim-yang-baik-jelas-identitasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini ada debat/kontroversi agama salah satu istri Capres. Yang lain mengatakan Katolik, yang lain menyatakan bahwa si X Muslim tapi memang tidak menonjolkan ke-Islamannya. Ini menandakan ketidak-jelasan ke-Islaman seseorang.
Dalam Islam, kita memang tidak boleh riya atau pamer. Meski demikian, jika kita mengamalkan ajaran Islam secara benar, meski kita tidak pamer, orang akan tahu bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=121&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saat ini ada debat/kontroversi agama salah satu istri Capres. Yang lain mengatakan Katolik, yang lain menyatakan bahwa si X Muslim tapi memang tidak menonjolkan ke-Islamannya. Ini menandakan ketidak-jelasan ke-Islaman seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Islam, kita memang tidak boleh riya atau pamer. Meski demikian, jika kita mengamalkan ajaran Islam secara benar, meski kita tidak pamer, orang akan tahu bahwa kita adalah Muslim. Jika ada orang yang tidak percaya dengan ke-Islaman kita, niscaya ada banyak orang yang membela kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-121"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Coba lihat perintah jilbab di bawah agar perempuan Muslim “dikenal” dan tidak diganggu:</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221; Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Ahzab:59]</p>
<p style="text-align:justify;">Jika setiap wanita Muslim taat perintah di atas dan memakai jilbab, niscaya tidak ada yang meragukan ke-Islamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk masuk Islam saja kita harus bersaksi “Tidak ada Tuhan selain Allah dan mengaku Nabi Muhammad utusan Allah.” Pada zaman Nabi dan sahabat, begitu juga oleh para mualaf saat ini, hal itu dilakukan di depan para saksi sehingga orang tahu ke-Islamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap pria Muslim pasti melakukan shalat Jum’at, jadi meski tidak pamer, dia akan terlihat ke-Islamannya di situ. Tapi kalau tidak pernah shalat/tidak pernah shalat Jum’at, ya wajar jika orang meragukan ke-Islamannya. Apalagi shalat itu adalah pembeda orang Islam dengan orang kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Para wanita Muslim juga ketika Idul Fitri dan Idul Adha disunnahkan untuk shalat berjama’ah di lapangan. Jadi ada banyak saksi bahwa dia adalah Muslim. Kalau tidak pernah melakukan itu, ya tidak ada orang yang tahu kalau dia Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam juga mengajarkan kita bahwa menuntut ilmu, terutama agama itu wajib. Artinya kita harus mengaji/berguru kepada ulama. Jika ini kita lakukan dan ada orang yang menyatakan kita bukan Muslim, niscaya ulama yang jadi guru kita akan membantahnya. Tapi kalau kita tidak mengaji, maka tidak ada yang menjamin kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat kita mengerjakan Umrah/Haji niscaya orang akan tahu meski kita tidak pamer. Teman kerja atau tetangga kita mungkin heran, lho kok kita tidak kelihatan selama seminggu/3 minggu lebih? Mereka tentu tahu kalau kita mengerjakan Umrah/Haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika seseorang itu konsekwen mengamalkan/mengerjakan ajaran Islam, niscaya tidak ada yang meragukan ke-Islamannya. Jika pun ada yang mencoba memfitnah, itu langsung teredam seketika.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=121&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/26/muslim-yang-baik-jelas-identitasnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi</title>
		<link>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/19/diskusi-dengan-faisal-basri-tentang-neoliberalisme-dan-privatisasi/</link>
		<comments>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/19/diskusi-dengan-faisal-basri-tentang-neoliberalisme-dan-privatisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 03:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabarislam.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini boleh dikata ribuan trilyun kekayaan alam Indonesia dikuras oleh perusahaan-perusahaan asing. 6 perusahaan dari 10 perusahaan terkaya versi majalah Forbes saja mendapat Rp 17 ribu trilyun/tahun. Belum lagi perusahaan-perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguras emas, perak, tembaga, nikel, dsb dari Indonesia. Bisa jadi hasil dari kekayaan alam Indonesia yang mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=117&subd=kabarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saat ini boleh dikata ribuan trilyun kekayaan alam Indonesia dikuras oleh perusahaan-perusahaan asing. 6 perusahaan dari 10 perusahaan terkaya versi majalah Forbes saja mendapat Rp 17 ribu trilyun/tahun. Belum lagi perusahaan-perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguras emas, perak, tembaga, nikel, dsb dari Indonesia. Bisa jadi hasil dari kekayaan alam Indonesia yang mereka dapat berkisar antara Rp 2.000-5.000 Trilyun/tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika saja kita mandiri dan mengelola kekayaan alam sendiri, bisa jadi Rp 3.000 trilyun/tahun hasil kekayaan alam Indonesia masuk ke tangan bangsa Indonesia. Saat ini APBN Indonesia hanya Rp 1.037 Trilyun/tahun. Sementara hutang Luar Negeri sebesar Rp 1.600 trilyun dan setiap tahun bertambah hampir Rp 100 trilyun dalam 5 tahun terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-117"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita mengelola sendiri, dan Rp 3.000 trilyun yang sebelumnya masuk ke kantong asing jadi milik bangsa Indonesia, maka hutang Luar Negeri Indonesia yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah dapat dilunasi. Indonesia juga tak perlu menambah hutang Rp 100 trilyun/tahun dalam 5 tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selama bangsa Indonesia rela mendapat receh, maka Indonesia tidak punya cukup dana untuk menyediakan pendidikan murah hingga PTN, Rumah Sakit yang terjangkau, pembaruan Alutsista, dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lihat AS yang bukan hanya mengelola sendiri kekayaan alamnya, tapi berbagai perusahaannya juga menguras kekayaan alam Indonesia. Mereka dapat banyak uang sehingga anggaran militer mereka mencapai US$ 655 milyar/tahun (Rp 6.550 trilyun lebih). Karena itu mereka dengan mudah membuat/membeli ribuan pesawat tempur dan kapal perang yang ternyata dipakai untuk membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan dan mendanai upaya untuk merusak ajaran Islam dan menghalangi penegakkan syari’at Islam meski hanya untuk kalangan Islam sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata hendaknya kita melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan tangan, lisan, atau selemah-lemah iman dalam hati. Oleh karena itu saya coba mencegah kemungkaran dengan lisan agar kekayaan alam Indonesia tidak terus dinikmati asing yang hasilnya justru dipakai untuk membantai ummat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hendaknya para tokoh dan aktivis Islam juga melakukan hal itu. Mencegah penguasaan kekayaan alam Indonesia oleh musuh Islam dengan sekuat tenaga. Berusaha menjadikan agar Indonesia jadi bangsa yang mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidak pernah dalam sejarah Nabi membiarkan kekayaan negara Islam dikelola oleh orang kafir seperti kaum kafir Mekkah, orang-orang Romawi, atau pun orang-orang Persia. Bahkan Nabi pernah meminta sahabat untuk membeli sumur air orang Yahudi sehingga ummat Islam yang sebelumnya harus membayar, kemudian bisa mendapatkan air secara gratis. Hendaknya kita ikuti sunnah Nabi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bahaya sistem ekonomi Neoliberalis yang merupakan sistem yang dipaksakan AS untuk menguras kekayaan alam di berbagai negara di seluruh dunia saya tulis di:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/">http://media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/">http://infoindonesia.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah diskusi saya dengan pak Faisal Basri di milis Forum Pembaca Kompas tentang Neoliberalisme dan Privatisasi:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terimakasih pak Faisal Basri atas tanggapannya</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat&#8221; [UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3)]</p>
<p style="text-align:justify;">===</p>
<p>&#8212; Pada Sel, 16/6/09, Faisal Basri &lt;faisalbasri@ymail.com&gt; menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Dari: Faisal Basri <a href="mailto:faisalbasri@ymail.com">faisalbasri@ymail.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Adakah Basri Menangis Ketika BBM Naik  125%? Bls: Boediono Dicerca Neolib, Faisal Basri Nangis</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Kepada: <a href="mailto:Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com">Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Tanggal: Selasa, 16 Juni, 2009, 11:41 AM</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Ketika harga BBM dinaikkan 114 persen pada oktober 2005, saya geram dan merintih &gt;<br />
&gt; <a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0510/01/utama/2092732.htm" target="_blank">http://www2. kompas.com/ kompas-cetak/ 0510/01/utama/ 2092732.htm</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun</p>
<p style="text-align:justify;">Terimakasih atas kegeraman anda atas kenaikan harga BBM sebesar 114% di Oktober 2005. Namun kita tahu, ketika teman anda Boediono naik jadi Menko Perekonomian di Desember 2005, dia bukannya menurunkan harga BBM malah menaikkannya lagi sebesar 30%.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Anda pernah mengatakan pada orang yang menaikkan harga BBM: “”Saya melihat mereka itu tidak punya hati. Mereka adalah kelompok yang tega atas penderitaan rakyat”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah anda tidak geram dengan tindakan teman anda itu?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Anda juga menyatakan sebaiknya BBM naik 50%:</p>
<p style="text-align:justify;">=</p>
<p style="text-align:justify;">FB:</p>
<p style="text-align:justify;">Penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak rata-rata 100 persen lebih oleh pemerintah, Sabtu (1/10) dini hari, dinilai keterlaluan karena melampaui batas kemampuan masyarakat yang hanya bisa menanggung kenaikan sekitar 50 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kemudian di Perspektif Wimar anda mengatakan BBM harus sering naik: agar harga BBM di Indonesia sama dengan harga pasar (baca: harga di AS):</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=869">http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=869</a></p>
<p style="text-align:justify;">Faisal Basri: BBM Harus Sering Naik</p>
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kenapa?</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan lihat daftar harga bensin dunia:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing">http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saat ini harga bensin di Indonesia cuma beda sekitar Rp 2000/liter dengan di AS. Padahal garis kemiskinan di AS sekitar Rp 10,4 juta/orang/bulan, sementara di Indonesia hanya Rp 182 ribu/bulan (versi Bank Dunia US$ 60/bulan). Nah apakah anda ingin agar harga BBM di Indonesia = di AS padahal 80% minyak mentah diproduksi di Indonesia dengan  biaya lifting sekitar US$ 10/barrel atau kurang dan biaya refinery dan distribusi untuk di AS saja sekitar US$ 15/barrel? Padahal dengan harga US$ 25/barrel atau kurang dari Rp 2.000/liter saja sudah untung karena sudah di atas biaya pokok produksi + keuntungan. Silahkan download perhitungan harga bensin di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.mediafire.com/?jez4ynm4vzt">http://www.mediafire.com/?jez4ynm4vzt</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari daftar harga bensin di atas, kita lihat harga di Indonesia sekitar US$ 0,53/liter. Sementara di Arab Saudi US$ 0,12, Malaysia 0,5, Brunei 0,39, di Venezuela US$ 0,045/liter (Rp 450/liter). Masih banyak lagi negara yang bensinnya murah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah kenapa ekonom seperti anda bukannya meminta agar harga bensin di Indonesia dibuat semurah mungkin (selama masih di atas biaya produksi dan pemerintah dapat sedikit keuntungan), namun justru meminta agar harga bensin sering dinaikkan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukankah itu akan menyengsarakan rakyat karena segala harga barang termasuk beras pasti naik? Belum lagi para nelayan, supir angkot, atau pun pengemudi sepeda motor yang mayoritas rakyat miskin. Mereka itu juga memakai BBM untuk perahu dan kendaraannya dan justru memakai lebih banyak karena kendaraan mereka terus lalu lalang sepanjang hari ketimbang segelintir orang kaya yang bersedan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">FB:<br />
&gt; Ketika jutaan petani masih dibodohi oleh perusahaan perkebunan &#8220;milik negara&#8221;, kita</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; sepantasnya meratapi dan melawan. Bagi saya, BUMN seperti itu wajib diprivatisasi,</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; dikembalikan kepada petani. Bagaimana caranya, kita serahkan kepada para ahli.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya setuju jika 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 BUMN/pengusaha (*1) diserahkan ke sekitar 100 juta petani di Indonesia. Tak pantas jika ada jutaan petani tidak punya sawah dan hanya jadi buruh tani sementara segelintir orang menguasai lebih dari 100 ribu hektar tiap orangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun itu umumnya lebih dikenal dengan land reform yang nyaris tidak pernah terjadi. Bukan privatisasi yang saya maksud.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Privatisasi yang banyak terjadi selama ini justru penguasaan BUMN yang strategis dan menguasai kekayaan alam Indonesia untuk diserahkan kepada segelintir orang/pengusaha asing. Sehingga keuntungan yang biasanya masuk ke APBN dan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia (jika sistem berjalan benar) sekarang justru dinikmati oleh segelintir pengusaha asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://els.bappenas.go.id/upload/other/Telkom%20Untung%20Rp%204.htm">http://els.bappenas.go.id/upload/other/Telkom%20Untung%20Rp%204.htm</a></p>
<p style="text-align:justify;">Telkom Untung Rp 4,25 Trilyun</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, Kompas &#8211; PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom) berhasil meraih laba tahun 2001 sebesar Rp 4,25 trilyun, naik 41 persen dibanding tahun 2000 yang Rp 3 trilyun. Pendapatan operasi perusahaan publik itu sendiri sebesar Rp 16,13 trilyun, naik 33 persen dari Rp 12,11 trilyun tahun 2000</p>
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Contohnya: Telkom dan Indosat justru di”privatisasi” dan dikuasai BUMN Singapura Temasek lewat anak perusahaannya Singtel dan STT. Akibatnya segala percakapan telpon/hp oleh pejabat sipil dan militer di Indonesia yang lewat backbone telekomunikasi tsb bisa dengan mudah disadap Singapura/Asing. Nah harusnya para ekonom itu memikirkan hal2 yang strategis macam ini. Apalagi Telkom dan Indosat itu sebelum diprivatisasi juga sudah untung trilyunan rupiah yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Belum lagi privatisasi ANTAM yang mengelola kekayaan alam, sementara Krakatau Steel dan Pertamina menyusul.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">PAM juga diprivatisasi sehingga air minum yang dibutuhkan rakyat dikuasai Thames Pam Jaya dan PAM Lyonnaise Jaya. Mutu air tidak berubah dan mereka tidak banyak melakukan perbaikan karena jaringan pipa sudah ada. Namun harga air minum setelah diprivatisasi naik terus. Pernah tagihan PAM saya sampai rp 350 ribu/bulan. 1/3 UMR!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah sedihkah anda dengan privatisasi macam itu?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">FB:<br />
&gt; Selama Pertamina masih sangat boros dan jadi bancakan para kelompok kepentingan</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; (<a href="http://faisalbasri.kompasiana.com/2009/06/16/virus-virus-itu-ada-di-dalam-diri-kita/" target="_blank">http://faisalbasri. kompasiana. com/2009/ 06/16/virus- virus-itu- ada-di-dalam- diri-kita/</a>), sepantasnya kita juga bicara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau Pertamina boros atau jadi bancakan kelompok kepentingan, haruskah diprivatisasi/dijual ke asing?</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini 90% migas kita dikuasai perusahaan asing, Pertamina hanya 10%. Banggakah anda sebagai ekonom jika ternyata 100% migas/kekayaan alam kita justru dikelola Kompeni-Kompeni baru berupa Multi National Company?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya beruntung sempat mendapat pencerahan dari pak Revrisond Baswir mengenai penjajahan Kompeni. Begitu pula dengan pakar minyak, pak Kurtubi yang waktu itu juga punya semangat yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dulu yang menjajah Indonesia adalah Kompeni (Verenigde Oost Indische Compagnie). Bukan pemerintah Belanda. Mereka menguasai perkebunan dan perdagangan rempah2 di Indonesia. Para raja dan sultan tetap bangsa Indonesia, tapi Kompeni memanfaatkan mereka untuk mendikte kepentingan mereka. Rakyat pun bisa bekerja sebagai Kuli Kontrak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saat ini juga begitu. Bahkan lebih parah lagi. Jika masa Kompeni Belanda industrinya masih perkebunan yang ramah lingkungan. Sekarang isi bumi kita digali dan dikeluarkan sehingga merusak gunung2, bukit, dan mencemari sungai2. Lihat pertambangan emas di berbagai tempat seperti Freeport di Papua atau pun Newmont di Sulawesi. Sempat terbetik berita tentang pencemaran yang dilakukan berbagai perusahaan di atas. Sungai tidak lagi memberi ikan dimakan, begitu pula laut karena terkontaminasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau BUMN boros, solusinya gampang, ganti manajemen. Ganti direksi. Pemerintah berhak mengganti manajemen BUMN. Jika pemerintah tidak becus, rakyat bisa mengganti pemerintah lewat Pemilihan UMUM. Pada BUMN, rakyat langsung atau tidak langsung punya kontrol terhadap BUMN. Buat beberapa BUMN baru sebagai kompetitor sehingga bisa bersaing. Bukan pakai cara gampang dengan memprivatisasi sehingga berpindah ke tangan asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue">http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue</a></p>
<p style="text-align:justify;">1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun</p>
<p style="text-align:justify;">3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, €7,509,244</p>
<p style="text-align:justify;">4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, $4.73M</p>
<p style="text-align:justify;">6. Total S.A., pendapatan $217.6</p>
<p style="text-align:justify;">7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O&#8217;Reilly, $7.82M</p>
<p style="text-align:justify;">8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun</p>
<p style="text-align:justify;">10. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, $6.88M</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974, Chavez presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun. Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya sehingga tidak bocor ke asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6 bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah, tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi uang saku.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang mencari ahli migas dari Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, tidak ada negara yang maju/makmur dengan menyerahkan 100% kekayaan alam mereka ke perusahaan2 asing. Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan dan direksi mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Teman saya dari Pertamina mengatakan kenapa Pertamina rugi, karena Pertamina hanya mengelola 10% dari migas di Indonesia. Pak Marwan Batubara mengatakan ketika Pertamina mengontrak Exxon untuk melakukan eksplorasi migas di Blok Cepu, begitu ketemu justru Exxon yang merebut blok tersebut. Akibatnya Pertamina tidak bisa mendapatkan migas murah di negeri ini. Pertamina harus beli di luar negeri dengan harga pasar/tinggi. Kemudian jika ada keuntungan/pendapatan, uang tersebut tidak bisa masuk ke Pertamina, tapi disalurkan sebagai deviden yang masuk dalam APBN. Itu yang menyebabkan “boros” atau rugi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Coba lihat pendapatan perusahaan migas asing yang Rp 17 ribu trilyun/tahun. Meski untung segitu, uang itu masuk ke kas mereka. Bukan ke bangsa Indonesia. Paling tidak 10-20% dari uang tersebut berasal dari Indonesia karena banyak Negara seperti Arab Saudi, Venezuela, Qatar, Kuwait, dsb mengelola kekayaan alamnya dengan BUMN mereka. Itu belum perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang mengeruk emas, perak, tembaga, nikel, dsb dari bumi Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut PENA, sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil kekayaan alam Indonesia masuk ke kantong asing. Menurut saya sekitar Rp 2.000-5.000 trilyun/tahun yang masuk ke kantong asing. Jika kita mengelola sendiri, dan Rp 3.000 trilyun yang sebelumnya masuk ke kantong asing jadi milik bangsa Indonesia, maka hutang Luar Negeri Indonesia yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah dapat dilunasi. Indonesia juga tak perlu menambah hutang Rp 100 trilyun/tahun dalam 5 tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selama kekayaan alam kita masuk ke kantong asing, kita cuma dapat receh kecil saja. Pendidikan murah sampai PTN, Rumah Sakit dengan harga terjangkau, atau pembaruan Alutsista hanya janji belaka kalau kita tidak punya cukup uang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Coba perhatikan, satu CEO gajinya mencapai US$ 7,8 juta atau rp 78 milyar/tahun. Kalau ada 5 direksi dan 5 komisaris bisa untuk gaji saja sekitar rp 300 milyar/tahun. Apakah Pertamina seboros itu? Kalau ada 6 perusahaan berarti sekitar Rp 1000 trilyun hanya untuk gaji Direksi dan Komisaris saja. Sama dengan APBN kita di tahun 2008!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau Pertamina kurang baik, cari solusi yang lebih baik dan cerdas ketimbang melakukan privatisasi atau melego ke pihak asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita bisa lakukan pergantian dengan manajemen yang jujur dan baik. Toh BUMN seperti Temasek, Petronas, Aramco,  Venezuela justru makin membuat bangsanya makmur. Sementara SWASTA seperti Lehman Brothers, Citigroup, Chrysler, Enron, dsb bangkrut atau merugi hingga pemerintah AS harus mengucurkan bantuan sampai US$ 800 milyar dan “Menasionalisasi” Citigroup. Jangan anggap kalau mereka bankrut yang rugi perusahaan itu dan bukan rakyat. Karena kalau aset sudah puluhan milyar ke atas, biasanya perusahaan besar pakai uang rakyat mulai dari kredit Bank yang berasal dari simpanan rakyat hingga melempar saham di pasar modal yang juga dibeli dengan uang rakyat. Jika kredit macet atau perusahaan itu bangkrut, maka uang rakyat itu lenyap. Di BEI saja pernah dalam setahun 24 perusahaan yang go public bangkrut/delisting.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bisa juga membuat beberapa BUMN baru sebidang hingga ada benchmark dan BUMN yang merugi dilikuidasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi hilangkan pandangan Stereotip Swasta pasti untung dan BUMN pasti rugi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi tidak pernah ada dalam sejarah negara sapi perah yang dieksploitasi pihak asing bisa maju dan makmur.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">FB:<br />
&gt; Kalau kita tahu apa yang dikatakan orang tidak benar dan lalu kita memberikan</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; perspektif lain, apakah itu salah. Ikhwal saya menangis, tentu ada alasan yang lebih</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; dalam. Antara lain ketakutan saya bahwa kita mudah lupa akan apa yang terjadi 11</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; tahun lalu..<br />
&gt;<br />
&gt; Mungkin saya terlalu emosional karena menangkap dimensi ketidakadilan, walau itu</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; hanya terhadap seorang sosok yang bernama Boediono.</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Boediono dari tahun 1998 hingga sekarang malang melintang menjabat berbagai posisi penting di perekonomian Indonesia. Dari Ketua Bappenas, Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan bisa jadi nanti sebagai Wapres. Jadi bisa berbuat banyak untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Coba amati dalam rentang tahun 1998-2009:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1. Nilai rupiah anjlok dari Rp 2.200 sejak diberlakukan floating rate dan devisa bebas jadi Rp 10.500 (sempat rp 16.700). Padahal Arab Saudi yang menggunakan credit money real seperti yang dilakukan AS sebelum tahun 1971 yang mematok dollar ke emas, nilainya relatif stabil. Dari tahun 1980 hingga sekarang dengan uang 1 real kita bisa beli sebotol Pepsi Cola. Dengan turunnya nilai rupiah, ini adalah pemiskinan massal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">2. Harga BBM naik dari Rp 700/liter jadi Rp 4.500/liter. Harga BBM memicu kenaikan harga2 barang lainnya padahal penghasilan rakyat pertambahannya tidak sebesar itu. Ini adalah pemiskinan massal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">3. Uang masuk PTN seperti UI tahun 1998 sekitar rp 200 ribu dan SPP per semester sekitar rp 200 ribu. Sekarang untuk masuk UI uang masuknya saja bisa mencapai Rp 150 juta lebih belum uang semesternya. Bagaimana Indonesia bisa jadi bangsa yang cerdas jika PTN mahal karena diprivatisasi jadi BHMN untuk kemudian dijual?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kebetulan saya kerja di industri retail jadi tahu betul apakah daya beli rakyat melemah/menguat karena retail adalah cermin dari daya beli rakyat. Penjualan di tahun 2009 kurang separuh daripada di tahun 2005 nilai rupiahnya. Perusahaan kompetitor juga begitu. Di media massa juga diberitakan bahwa retail lesu. Retail lesu karena daya beli rakyat melemah. Jadi meski katanya pertumbuhan ekonomi naik 6%/tahun, mungkin itu adalah “ekonomi” yang ngomong. Perusahaan saya justru turun. Gaji saya relatif tidak berubah dari tahun 2005. Teman2 saya dari perusahaan lain bahkan kena PHK dan menganggur hingga sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gaji PNS naik katanya, tapi PNS itu jumlahnya kurang dari 5 juta atau &lt;3% dari rakyat Indonesia. Kenaikan gaji justru memicu kenaikan harga barang yang menyengsarakan 80% rakyat Indonesia yang penghasilannya tidak berubah bahkan jadi tidak ada karena kena PHK.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tiap saya naik bis, minimal pulang pergi ada 5 pengamen. Kemarin malam ada gadis kecil umur 5 tahun yang mengemis minta uang ke penumpang Mikrolet. Hari sudah malam, harusnya gadis kecil itu sudah di rumah beserta keluarganya. Bukan diterminal mencari uang jika dia adalah keluarga mampu karena dia bisa diperkosa para preman terminal. Banyak anak balita lain yang mengamen/mengemis di bis-bis yang saya tumpangi tiap hari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harusnya anda menangis untuk mereka karena dengan kebijakan ekonomi yang keliru, rakyat Indonesia yang harusnya makmur justru jadi miskin dan terlunta2 mencari makan di jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Jangan sampai kita cepat pukul-rata. Dunia tidak hitam-putih.</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; Bagaimanapun, saya sepenuhnya sepakat bahwa negeri ini belum berdaulat dalam</p>
<p style="text-align:justify;">&gt; banyak hal. Tapi jangan sampai musuh dalam selimut tertawa terbahak-bahak. .</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini meski mungkin anda termasuk orang kaya, namun mayoritas rakyat Indonesia masih miskin. Ini karena hutang selalu diperbesar dan celakanya lagi pihak pengutang selalu mendikte bahwa Indonesia harus memprivatisasi BUMN, mencabut subsidi barang/BBM, dsb. Kekayaan alam juga diserahkan kepada Kompeni-kompeni asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi anda perhatikan bahwa negara yang maju dan makmur adalah negara yang mengelola sendiri kekayaan alamnya. Bukan menyerahkannya ke pihak asing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kompeni gaya baru ini tentu menyewa antek2nya untuk membela kepentingan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Benar peringatan anda: jangan sampai musuh dalam selimut tertawa terbahak-bahak</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pak Faisal, ucapan anda banyak didengar orang, termasuk di milis Forum Pembaca Kompas. Anda bisa melakukan perubahan/memberi masukan agar rakyat Indonesia makmur.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi tidak setuju dengan sistem komunis di mana negara memiliki semuanya. Tapi saya juga tidak setuju jika semua BUMN dijual sehingga BUMN berikut kekayaan alam yang dikelola dikuasai swasta yang mencari untung sebesarnya seperti yang dilakukan Sistem Ekonomi Neoliberalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk kekayaan alam, sembako yang meliputi hajat hidup orang banyak, harus dikelola negara bersama puluhan juta petani (bukan segelintir “petani”) untuk memakmurkan rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BUMN memang tidak SELALU harus untung karena ada Public Service/Layanan Masyarakat yang harus dijalankan oleh negara seperti penyediaan air minum yang bersih untuk rakyat, listrik, kesehatan, dan pendidikan. Sebagai gantinya, negara menerima pajak dari rakyat sebesar rp 500 trilyun lebih per tahunnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh pagi ini saya dapat SMS dari teman saya yang berbunyi:</p>
<p style="text-align:justify;">===<br />
Salam, peluang beramal bagi yang ingin sedekah. Saat ini ada seorang ibu yang akan melahirkan sesar di RS Fatmawati. Tapi tak ada biaya, bagi yang ingin membantu bisa hubungi Musa di 08811812832</p>
<p style="text-align:justify;">===</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tak semua orang miskin dapat kartu Gakin karena garis kemiskinan BPS yang terlampau rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Teman saya dan saya juga berkunjung ke perkampungan nelayan di Muara Angke. Boleh dikata 90% warganya hidup dalam kemiskinan. Saya bersama teman saya bertamu ke satu rumah yang luasnya paling 9 m2 yang didiami 4 orang untuk mewawancarai calon penerima beasiswa dari satu yayasan yang didirikan teman saya pak Eko. Sedihnya, jauh lebih banyak orang yang harus menerima bantuan ketimbang jumlah donaturnya… Kalau tertarik membantu, silahkan kontak pak Eko dengan MIF Foundationnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jumlah orang miskin saat ini sedikit cuma sekitar 35 juta jiwa karena garis kemiskinan yang dipatok BPS sangat rendah. Cuma rp 182 ribu/bulan per orang. Jika menurut standar Bank Dunia yang US$ 60/bulan, mungkin jumlahnya sekitar 120 juta jiwa. Jika pakai standar AS yang Rp 10,4 juta/bulan, bisa lebih banyak lagi…J</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/11/umr-dan-garis-kemiskinan-kita-memang-beda-%E2%80%93-umr-indonesia-us-95bulan-as-us-4914bulan/">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/11/umr-dan-garis-kemiskinan-kita-memang-beda-%E2%80%93-umr-indonesia-us-95bulan-as-us-4914bulan/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Neoliberalisme untuk mengidentifikasi paham ekonomi yang bertujuan memprivatisasi semua BUMN, mencabut subsidi barang/BBM itu ada di berbagai ensiklopedi seperti MS Encarta Encyclopaedia, Ensiklopedi Britannica, dsb. Contohnya lihat di bawah (*2)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_1741588397_2/globalization.html">http://encarta.msn.com/encyclopedia_1741588397_2/globalization.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The IMF and the World Bank usually impose certain conditions for loans and require what are called structural adjustment programs from borrowers. These programs amount to detailed instructions on what countries have to do to bring their economies under control. The programs are based on a strategy called <strong>NEOLIBERALISM</strong>, also known as the Washington Consensus because both the IMF and the World Bank are headquartered in Washington,  D.C. The strategy is geared toward promoting free markets, including privatization (the selling off of government enterprises); deregulation (removing rules that restrict companies); and trade liberalization (opening local markets to foreign goods by removing barriers to exports and imports). Finally, the strategy also calls for shrinking the role of government, reducing taxes, and cutting back on publicly provided services.</p>
<p style="text-align:justify;">==</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Beberapa gejalanya adalah privatisasi, pencabutan subsidi barang/BBM, dsb. Gejala demam berdarah adalah badan panasnya tinggi dan tidak turun selama beberapa hari, bercak merah, dsb. Namun penyakit demam berdarah tetap positif meski ada gejala yang tidak terbukti. Sebagai contoh, tidak semua penderita demam berdarah memiliki bercak merah di kulitnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah Neoliberalisme juga begitu. Meski ada gejala yang tidak terlihat, bukan berarti itu bukan Neoliberalisme jika gejala2 lain yang disebut terlihat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah dan benar-benar berjuang untuk mensejahterakan rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saat ini saya paling cuma membuat blog seperti <a href="http://www.infoindonesia.wordpress.com/">www.infoindonesia.wordpress.com</a> yang paling banter cuma dikunjungi 1800 orang per hari dengan isi berbagai artikel yang diharap bisa mencerahkan bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/01/15/beberapa-langkah-mengurangi-kemiskinan-di-indonesia/">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/01/15/beberapa-langkah-mengurangi-kemiskinan-di-indonesia/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tabik,<br />
&gt; faisal basri</p>
<p>&#8212; On Tue, 6/16/09, A Nizami &lt;<a href="http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/compose?to=nizaminz%40yahoo.com" target="_blank">nizaminz@yahoo. com</a>&gt; wrote:</p>
<p>From: A Nizami &lt;<a href="http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/compose?to=nizaminz%40yahoo.com" target="_blank">nizaminz@yahoo. com</a>&gt;</p>
<p style="text-align:justify;">Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Adakah Basri Menangis Ketika BBM Naik 125%? Bls: Boediono Dicerca Neolib, Faisal Basri Nangis</p>
<p style="text-align:justify;">To: <a href="http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/compose?to=Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com" target="_blank">Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">Date: Tuesday, June 16, 2009, 2:01 AM</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Faisal Basri menangis ketika BUMN-BUMN yang merupakan milik rakyat Indonesia dijual ke swasta/asing?</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah Faisal Basri menangis ketika harga BBM di Indonesia naik mengikuti harga minyak dunia sampai 125% sehingga memicu kenaikan harga-harga barang lainnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah Faisal Basri menangis ketika sebagian besar kekayaan alam Indonesia dikelola oleh asing sehingga perusahaan2 migas/pertambangan asing yang beroperasi di Indonesia masuk daftar perusahaan terkaya versi FORBES 500 dengan pendapatan ribuan trilyun rupiah/tahun dan CEOnya penghasilannya sampai rp 7 milyar lebih per bulan sementara 11,5 juta rakyat Indonesia kurang gizi/busung lapar?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah itu Neoliberal (ini ada di berbagai ensiklopedia) , Ekonomi Jalan Tengah (yang tidak ada di Ensiklopedi) , selama BUMN-BUMN dijual ke swasta/asing, selama kekayaan alam Indonesia diserahkan kepada asing, mayoritas rakyat Indonesia akan terpuruk dalam kemiskinan..</p>
<p style="text-align:justify;">===</p>
<p>Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur&#8217;an dan Hadits</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/">http://media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8212; Pada Sen, 15/6/09, Agus Hamonangan &lt;agushamonangan@ yahoo.co. id&gt; menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">Dari: Agus Hamonangan &lt;agushamonangan@ yahoo.co. id&gt;</p>
<p style="text-align:justify;">Topik: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Boediono Dicerca Neolib, Faisal Basri Nangis</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada: <a href="mailto:Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com">Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal: Senin, 15 Juni, 2009, 4:33 AM</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/15/15020598/boediono.dicerca.neolib.faisal.basri.nangis">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/15/15020598/boediono.dicerca.neolib.faisal.basri.nangis</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengaku menangis ketika mendengar Boediono, rekannya sesama ekonom, dicerca sebagai neoliberalis.</p>
<p>Ceritanya terjadi ketika dirinya berada di Singapura pada pertengahan bulan Mei kemarin. Saat itu, Faisal mengaku tengah berada di dalam MRT di Negeri Merlion tersebut. Dirinya membaca berita-berita yang menyatakan bahwa Boediono itu neolib karena telah melakukan privatisasi BUMN.</p>
<p>&#8220;Mungkin saya agak cengeng. Tapi saya benaran menangis melihat kawan saya dicerca,&#8221; ujar Faisal pada acara peluncuran buku karya Boediono yang berjudul Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?, Senin (15/6) di Gedung Perpustakaan Nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu juga, Faisal langsung mempercepat kepulangannya ke Indonesia lewat Batam. Dalam perjalanan pulang itulah, Faisal menuliskan artikel yang &#8220;membela&#8221; mantan gubernur Bank Indonesia itu dan mengirimkannya ke blog pribadinya di Kompasiana.com. Tulisannya itu kemudian mendapat tanggapan banyak orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana? merupakan kumpulan esai ekonomi karya Boediono yang pernah diterbitkan di berbagai jurnal, surat kabar, dan majalah. Sepuluh esai yang dipublikasikan itu terdiri dari delapan tulisan ekonomi makro, satu keynote speech Gubernur Bank Indonesia, dan satu catatan pribadi tentang Prof Widjojo Nitisastro.</p>
<p style="text-align:justify;">Turut hadir dalam peluncuran buku tersebut sejumlah ekonom, seperti Tony Prasetiantono, Sumarlin, dan juga tokoh-tokoh pers, seperti Rosihan Anwar, Fikri Jukri, dan Rektor UGM Soedjarwadi.</p>
<p>Sent from Indosat Blackberry</p>
<p style="text-align:justify;">HIN</p>
<p style="text-align:justify;">__._,_.___</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/127862;_ylc=X3oDMTM5YXNvOXBnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMjc4NzEEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjQ1MjAwMzI1BHRwY0lkAzEyNzg2Mg--" target="_blank">Messages in this topic </a>(2) <a href="http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/post;_ylc=X3oDMTJzdTNic2thBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMjc4NzEEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjQ1MjAwMzI1?act=reply&amp;messageNum=127871" target="_blank">Reply (via web post) </a>| <a href="http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/post;_ylc=X3oDMTJmMXJlNWs2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyNDUyMDAzMjU-" target="_blank">Start a new topic </a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/messages;_ylc=X3oDMTJmbmptZGw2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzEyNDUyMDAzMjU-" target="_blank">Messages</a> | <a href="http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/polls;_ylc=X3oDMTJnbTNkYWc4BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwRzdGltZQMxMjQ1MjAwMzI1" target="_blank">Polls</a></p>
<p style="text-align:justify;">=====================================================<br />
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :</p>
<p style="text-align:justify;">1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS</p>
<p style="text-align:justify;">2.Topik bahasan disarankan bersumber dari <a href="http://epaper.kompas.com/" target="_blank">http://epaper.kompas.com/</a> , <a href="http://kompas.com/" target="_blank">http://kompas.com/</a> dan <a href="http://kompasiana.com/" target="_blank">http://kompasiana.com/</a></p>
<p>3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota</p>
<p style="text-align:justify;">4.Moderator E-mail: agus.hamonangan@gmail.com <a href="mailto:agushamonangan@yahoo.co.id">agushamonangan@yahoo.co.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">5.Untuk bergabung: <a href="mailto:Forum-Pembaca-Kompas-subscribe@yahoogroups.com">Forum-Pembaca-Kompas-subscribe@yahoogroups.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">KOMPAS LINTAS GENERASI</p>
<p style="text-align:justify;">=====================================================</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan kaki:</p>
<p style="text-align:justify;">*1 <a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/01/15/beberapa-langkah-mengurangi-kemiskinan-di-indonesia/">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/01/15/beberapa-langkah-mengurangi-kemiskinan-di-indonesia/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*2 Policy implications</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Broadly speaking, neoliberalism seeks to transfer part of the control of the economy from state to the private sector,[5] to, ostensibly, bring a more efficient government and, to improve economic indicators of the nation. The definitive statement of the concrete policies advocated by neoliberalism is often taken to be John Williamson’s[6] “Washington Consensus”, a list of policy proposals that appeared to have gained consensus approval among the Washington-based international economic organizations (like the International Monetary Fund (IMF) and World Bank). Williamson’s list included ten points:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Fiscal policy discipline;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Redirection of public spending from subsidies (”especially indiscriminate subsidies”) toward broad-based provision of key pro-growth, pro-poor services like primary education, primary health care and infrastructure investment;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Tax reform – broadening the tax base and adopting moderate marginal tax rates;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Interest rates that are market determined and positive (but moderate) in real terms;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Competitive exchange rates;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Trade liberalization  – liberalization of imports, with particular emphasis on elimination of quantitative restrictions (licensing, etc.); any trade protection to be provided by law and relatively uniform tariffs;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Liberalization of inward foreign direct investment;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Privatization of state enterprises;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Deregulation  – abolition of regulations that impede market entry or restrict competition, except for those justified on safety, environmental and consumer protection grounds, and prudent oversight of financial institutions; and,</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">* Legal security for property rights.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neoliberalism">http://en.wikipedia.org/wiki/Neoliberalism</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_1741588397_2/globalization.html">http://encarta.msn.com/encyclopedia_1741588397_2/globalization.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The U.S. defense budget for 2009 is $655 billion. China&#8217;s is $70 billion, Russia&#8217;s is $50 billion. America&#8217;s cumulative cost overruns add up to more than the total annual defense budgets of China, Russia, Britain and France combined. This smacks less of deterrence and more of mindless extravagance and waste.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.newsweek.com/id/193487">http://www.newsweek.com/id/193487</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabarislam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabarislam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabarislam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabarislam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabarislam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabarislam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabarislam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabarislam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabarislam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabarislam.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabarislam.wordpress.com&blog=4817886&post=117&subd=kabarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabarislam.wordpress.com/2009/06/19/diskusi-dengan-faisal-basri-tentang-neoliberalisme-dan-privatisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d30534abed665d78f9da9c8d10f0d341?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>